Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
Parigi Moutong

Festival Air Terjun Mambuku Dorong Potensi Wisata dan Ekonomi Warga Sakinah Jaya

×

Festival Air Terjun Mambuku Dorong Potensi Wisata dan Ekonomi Warga Sakinah Jaya

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Keindahan alam Desa Sakinah Jaya, Kecamatan Parigi Utara, mulai mendapat ruang lebih luas untuk diperkenalkan sebagai salah satu tujuan wisata di Kabupaten Parigi Moutong. Potensi tersebut dikemas melalui Festival Air Terjun Mambuku yang resmi dimulai pada Jumat malam (28/8/2026).

Lebih dari sekadar perhelatan hiburan, festival ini diarahkan menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan alam sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata. Pemerintah daerah melihat keberadaan Air Terjun Mambuku memiliki peluang untuk dikembangkan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kondisi lingkungan.

Pembukaan festival dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran. Dalam kesempatan tersebut, ia mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase sekaligus membacakan sambutan tertulis Bupati di hadapan pejabat organisasi perangkat daerah, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat dan masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin menilai pengembangan destinasi wisata membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, menurutnya, tidak dapat bekerja sendiri dalam menjadikan potensi wisata daerah sebagai kekuatan ekonomi baru.

“Pariwisata tidak akan berkembang maksimal jika hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah desa, pelaku usaha, komunitas, masyarakat dan generasi muda agar potensi yang ada dapat dikelola secara berkelanjutan,” ujar Zulfinasran saat membacakan sambutan tersebut.

Pengelolaan kawasan wisata juga diminta tidak mengabaikan aspek lingkungan. Keberadaan Air Terjun Mambuku harus dijaga agar tetap memberikan pengalaman yang baik bagi pengunjung sekaligus mempertahankan kelestarian alam di sekitarnya.

Masyarakat dan wisatawan diajak membangun kebiasaan menjaga kebersihan kawasan, tidak meninggalkan sampah serta ikut menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan tertib. Prinsip tersebut menjadi bagian penting agar pertumbuhan kunjungan wisata tidak menimbulkan persoalan baru bagi lingkungan.

Festival juga diarahkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam memperkenalkan berbagai produk unggulan lokal. Kuliner tradisional, hasil kerajinan, produk ekonomi kreatif hingga pertunjukan seni dan budaya diharapkan dapat menjadi bagian dari daya tarik destinasi.

Menurut Bupati, kegiatan semacam ini harus mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang berada di sekitar kawasan wisata.

“Festival ini harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Produk lokal, kuliner, kerajinan dan seni budaya harus mendapat kesempatan untuk tampil sehingga kegiatan pariwisata sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Penerapan Sapta Pesona juga menjadi perhatian dalam pengembangan Air Terjun Mambuku. Unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan memberikan kenangan positif bagi wisatawan perlu diwujudkan secara bersama-sama.

Pada kesempatan itu, perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan pemuda. Perkembangan teknologi dan media sosial dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi yang efektif untuk memperkenalkan Sakinah Jaya beserta potensi wisatanya kepada masyarakat di luar daerah.

Generasi muda didorong tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam memproduksi konten positif mengenai destinasi wisata, budaya dan berbagai potensi yang dimiliki desanya.

Di sisi lain, pesan mengenai perlindungan generasi muda dari penyalahgunaan narkoba turut disampaikan dalam kegiatan tersebut. Pemuda diminta tidak menjadikan narkoba sebagai bagian dari gaya hidup karena dapat merusak masa depan dan menghambat potensi yang dimiliki.

“Jangan pernah menganggap narkoba sebagai sesuatu yang membanggakan. Masa depan jangan dipertaruhkan hanya untuk kesenangan sesaat. Pemuda yang hebat adalah mereka yang mampu berprestasi dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” tegas Zulfinasran.

Rangkaian pembukaan kemudian ditandai dengan pengucapan bismillah oleh Sekda Zulfinasran sebagai tanda dimulainya Festival Air Terjun Mambuku.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi salah satu instrumen promosi wisata daerah sekaligus ruang kolaborasi masyarakat dalam menjaga alam, mengembangkan ekonomi kreatif dan memperkenalkan identitas budaya Parigi Moutong kepada wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *