Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
Example 970x250
BeritaDaerahParigi Moutong

YMP Sulteng Gelar Sosialisasi Perubahan Iklim Berkeadilan Gender di Parimo

×

YMP Sulteng Gelar Sosialisasi Perubahan Iklim Berkeadilan Gender di Parimo

Sebarkan artikel ini

PARIMO, NOTEZA.ID – Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sosialisasi perubahan iklim yang berkeadilan gender di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Kegiatan ini, dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati, Perekonomian, Pembangunan dan Kesra Aswini Dimpel, Kamis, 27 Februari 2025.

“Kami mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Merah Putih atas kemitraan dan kepeduliannya dalam upaya meningkatkan kesadaran serta peran aktif masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim,” kata Aswini Dimpel, dalam sambutannya.

Ia mengatakan, perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk lingkungan, sosial dan ekonomi.

Di tingkat lokal, dampak perubahan iklim semakin nyata dengan meningkatnya frekuensi bencana alam, perubahan pola cuaca, serta berkurangnya sumber daya alam yang menopang kehidupan masyarakat.

“Namun dampak ini, tidak dirasakan secara merata oleh semua kelompok masyarakat, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas, serta kelompok rentan lainnya,” ujarnya.

Sehingga, mereka sering kali mengalami dampak yang lebih besar akibat kerterbatasan akses terhadap sumber daya, informasi dan pengambilan keputusan.

Dalam menghadapi tantangan ini, elemen masyarakat harus dipastikan memiliki akses yang adil dalam upaya mitigasi.

Kemudian, adaptasi perempuan sebagai bagian penting dari komunitas memiliki peran besar dalam membangun ketahanan terhadap perubahan iklim, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat luas.

“Olehnya, keadilan gender harus menjadi bagian dari solusi yang kita rancang dan laksanakan,” tukasnya.

Ia pun mengajak para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil serta komunitas lokal, untuk meningkatkan pemahaman, berkolaborasi dan mengintergrasikan perspektif gender dalam kebijakan hingga program aksi iklim di daerah.

Melalui sosialisasi ini, ia berharap seluruh pihak dapat bersinegri merumuskan strategi yang lebih ekslusif dan berkelanjutan.

“Saya juga mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam upaya menjaga lingkungan dan membangun ketahanan daerah terhadap perubahan iklim,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *