PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Pergantian kepemimpinan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng) disambut dengan harapan besar oleh berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Parigi Moutong, Fadli Arifin Azis, yang secara tegas mendesak agar pejabat Kajati yang baru menunjukkan “Taring” keberanian dan integritas dalam menuntaskan sejumlah dugaan kasus korupsi di wilayah tersebut.
Fadli menegaskan, masyarakat Parigi Moutong tidak lagi membutuhkan janji-janji normatif, melainkan langkah konkret dan terukur dalam penegakan hukum, khususnya terhadap kasus-kasus yang telah lama dilaporkan namun belum menunjukkan progres signifikan.
“Kami ucapkan selamat datang kepada Kajati Sulteng yang baru. Tapi perlu kami tegaskan, masyarakat Parigi Moutong tidak butuh seremonial. Kami butuh keberanian. Kami butuh ketegasan. Kami butuh bukti, dan “Taring” Kajati baru dalam menegakan hukum tanpa pandang bulu,” tegas Fadli dalam keterangannya kepada media, Minggu, 26 April 2026.
Ia menyoroti sejumlah kasus yang saat ini tengah dalam penanganan Kejati Sulteng, di antaranya dugaan penyalahgunaan jabatan oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid. Kasus tersebut mencakup polemik pemetaan usulan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), dugaan praktik fee proyek, hingga indikasi gratifikasi yang dinilai mencederai kepercayaan publik.
Selain itu, Fadli juga mengangkat laporan masyarakat terkait dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong yang hingga kini belum menemukan titik terang.
“Semua laporan ini sudah masuk, sudah diketahui publik, dan sudah cukup lama berproses. Pertanyaannya, apakah akan terus dibiarkan menggantung tanpa kepastian? Atau justru akan diuji nyali penegak hukum kita hari ini?” ujarnya dengan nada tajam.
Fadli menekankan bahwa pergantian pimpinan di Kejati Sulteng harus menjadi momentum evaluasi total terhadap kinerja sebelumnya. Ia menyindir secara halus kepemimpinan terdahulu yang dinilai belum maksimal dalam memberikan kepastian hukum terhadap kasus-kasus besar di daerah.
“Kami menghormati pejabat sebelumnya, tetapi publik juga punya catatan. Ada perkara yang berjalan di tempat, ada yang seolah kehilangan arah. Ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang tidak kecil bagi Kajati yang baru,” sindirnya.
Lebih lanjut, Fadli menegaskan bahwa LMP bersama masyarakat akan terus mengawal setiap perkembangan penanganan kasus korupsi di Parigi Moutong. Ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum sangat bergantung pada keberanian dalam menindak siapa pun yang terbukti bersalah.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Jika memang ada bukti, siapapun dia—apapun jabatannya—harus diproses. Ini soal keadilan, ini soal masa depan daerah,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Fadli kembali menegaskan harapannya agar Kajati Sulteng yang baru tidak terjebak dalam pola lama yang cenderung lamban dan kompromistis.
“Ini momentum. Jika ingin mendapatkan kepercayaan rakyat, maka jawabannya hanya satu: tuntaskan kasus-kasus ini secara terbuka, profesional, dan tanpa intervensi. Rakyat Parigi Moutong sedang menunggu, dan mereka tidak akan diam,” pungkasnya.












