border="0"

Sekda Kabupaten Parigi Moutong Lepas Tim Enumerator SKI untuk Survei Kesehatan di Kabupaten Parimo

Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran Tiangso S.STP, M.A.P melepas Tim Enumerator Survei Kesehatan Indonesia (SKI) di wilayah kab. Parimo. FOTO : Prokopim SETDA

Noteza.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran Tiangso S.STP, M.A.P, secara resmi melepas Tim Enumerator Survei Kesehatan Indonesia (SKI) yang akan menjalankan survei di wilayah Kabupaten Parimo. Pelepasan ini berlangsung di kantor Bupati Kabupaten Parimo, pada hari senin (14/8/2023).

Dalam acara tersebut, Astar Baturangka, SKM, selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Parimo, memberikan penjelasan mengenai tujuan dan sasaran dari survei ini. SKI merupakan hasil penggabungan berbagai survei sebelumnya yang telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. Salah satu survei yang digabungkan adalah Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

banner 970x250

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kondisi kesehatan masyarakat, termasuk pendataan ibu hamil, balita, stunting, kesehatan lingkungan, status gizi, penyakit menular, dan penyakit tidak menular lainnya di wilayah Kabupaten Parimo.

Astar Baturangka juga menjelaskan bahwa data yang dikumpulkan oleh tim enumerator SKI akan menjadi dasar untuk merencanakan kegiatan di Kementerian Kesehatan. Prosedur ini telah disusun berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, dan hal ini sangat penting untuk mendukung tugas dan fungsi kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Tim enumerator SKI terdiri dari 24 anggota yang akan dibagi menjadi 6 kelompok. Penentuan kelompok didasarkan pada jumlah blok sensus di wilayah Kabupaten Parimo. Mereka akan melaksanakan survei selama periode 54 hari, dengan perkiraan waktu selesainya paling cepat dalam waktu 48 hari.

Saat memberikan sambutan pada acara pelepasan, Sekda Zulfinasran mengungkapkan harapannya agar tim enumerator SKI dapat mengumpulkan data yang reliabel dan valid. Data yang terkumpul akan menjadi landasan untuk menganalisis dan merencanakan program-program kesehatan di Kabupaten Parimo. Selain itu, dia juga menegaskan pentingnya menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh masyarakat setempat selama survei. Penggunaan bahasa lokal atau daerah sangat diapresiasi guna meminimalkan risiko perbedaan pemahaman antara tim enumerator dan masyarakat.

Semua upaya ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan program kesehatan yang efektif di wilayah Kabupaten Parimo, serta berkontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.