PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Lapangan Husni Alatas, Desa Kayu Agung, menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Kecamatan Mepanga ketika Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-17 resmi dimulai. Ajang tersebut tidak hanya mempertemukan para peserta untuk berkompetisi dalam berbagai cabang Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang memperkuat silaturahmi dan pembinaan generasi muda.
Pembukaan MTQ berlangsung pada Sabtu malam (29/8/2026) dan dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur pemerintahan kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga. Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase hadir sekaligus membuka secara resmi pelaksanaan MTQ yang tahun ini dipusatkan di Desa Kayu Agung.
Dalam kesempatan tersebut, Erwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan pelaksanaan MTQ. Penghargaan diberikan kepada Pemerintah Kecamatan Mepanga, Pemerintah Desa Kayu Agung, Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), panitia, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat yang turut mendukung kegiatan.
Erwin secara khusus mengapresiasi masyarakat Desa Kayu Agung yang menjadi tuan rumah. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan tertib serta tetap menjaga suasana persaudaraan.
“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Kayu Agung yang telah menjadi tuan rumah. Saya berharap seluruh rangkaian MTQ dapat berlangsung tertib, lancar, aman dan tetap diliputi semangat kebersamaan,” ujar Erwin.
Menurut Erwin, penyelenggaraan MTQ tidak seharusnya hanya berorientasi pada perolehan juara. Nilai utama kegiatan tersebut adalah bagaimana masyarakat, khususnya generasi muda, semakin dekat dengan Al-Qur’an serta menjadikan ajarannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Ia menilai pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan fisik maupun pertumbuhan ekonomi. Kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter dan akhlak juga menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.
“Pembangunan tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Kita juga membutuhkan manusia yang memiliki akhlak, integritas, kejujuran, kepedulian dan rasa tanggung jawab,” tegasnya.
Karena itu, Erwin berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam tilawah, tahfiz, tafsir maupun cabang lainnya, tetapi juga memahami dan mengamalkan pesan yang terkandung dalam Al-Qur’an.
Pesan tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif dan positif, sekaligus memiliki ketahanan moral agar tidak terjerumus pada narkoba, minuman keras, pergaulan bebas maupun berbagai perilaku yang dapat mengganggu masa depan.
Selain berbicara mengenai pembinaan keagamaan, Erwin turut mengingatkan masyarakat mengenai kondisi cuaca yang belakangan sulit diprediksi. Ia meminta warga tetap memperhatikan potensi bencana yang dapat muncul akibat perubahan kondisi cuaca.
Erwin juga mengajak masyarakat Mepanga mendoakan warga di Kecamatan Parigi Utara yang sebelumnya terdampak banjir bandang. Bencana tersebut menyebabkan sekitar 50 rumah terdampak dan sebagian warga harus meninggalkan tempat tinggal untuk mengungsi.
“Beberapa waktu lalu saudara-saudara kita di Kecamatan Parigi Utara mengalami banjir bandang hingga sekitar 50 rumah terdampak dan warga harus mengungsi. Mari kita doakan agar mereka diberi ketabahan dan kondisi segera kembali pulih,” katanya.
Di tengah ancaman bencana tersebut, pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pemerintah daerah telah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kecamatan sebagai langkah antisipasi.
Erwin meminta masyarakat tidak lengah meskipun kondisi cuaca antarwilayah berbeda. Wilayah selatan yang belakangan sering diguyur hujan tetap diminta waspada, terutama ketika masyarakat melakukan aktivitas yang berhubungan dengan penggunaan api.
“Di wilayah selatan memang hampir setiap hari turun hujan, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Jangan membuang api sembarangan dan pastikan api dari lahan, tumpukan ranting maupun sampah benar-benar sudah padam sebelum ditinggalkan,” imbaunya.
Ia mengingatkan bahwa kejadian kebakaran besar dapat berawal dari tindakan sederhana yang tidak diperhatikan. Karena itu, pencegahan dari lingkungan masyarakat menjadi salah satu cara penting untuk mengurangi risiko Karhutla.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Agung Eko Harianto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Parigi Moutong dalam pembukaan MTQ tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat Desa Kayu Agung sebagai tuan rumah.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi semangat sekaligus kebanggaan bagi kami. Kami mendoakan semoga Bapak Bupati selalu diberikan kesehatan, kekuatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah memimpin daerah ini,” ucap Eko.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat, panitia, peserta dan seluruh pihak yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ, baik dalam bentuk tenaga, pikiran maupun materi.
Eko berharap keberhasilan pelaksanaan MTQ dapat menjadi hasil dari semangat gotong royong masyarakat sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antarsesama.
“Kesuksesan kegiatan ini merupakan hasil kebersamaan dan gotong royong kita. Semoga seluruh dukungan yang diberikan menjadi amal jariyah dan semakin mempererat ukhuwah Islamiah di antara kita,” pungkasnya.
Pembukaan MTQ ke-17 Kecamatan Mepanga tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kominfo, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas PTSP, Kabag Kesra, Kabag Prokopim, Camat Mepanga, Camat Palasa, unsur Forkopimcam Mepanga serta perwakilan Kantor Urusan Agama Kecamatan Mepanga.
Dengan berlangsungnya MTQ ke-17, Kecamatan Mepanga diharapkan tidak hanya melahirkan peserta berprestasi, tetapi juga memperkuat pembinaan keagamaan dan membangun generasi muda yang memiliki kemampuan sekaligus karakter berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.














