Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
Example 970x250
DaerahKomunitasParigi MoutongSosial Budaya

Wakil Gubernur Sulteng Buka Mukerda GPdI di Parigi, Dorong Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah

×

Wakil Gubernur Sulteng Buka Mukerda GPdI di Parigi, Dorong Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sulteng Buka Mukerda GPdI di Parigi, Dorong Peran Gereja dalam Pembangunan Daerah. Foto: Istimewa.

PARIGI MOUTONG Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Sulawesi Tengah resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, yang berlangsung di Gereja Pantekosta di Indonesia Jemaat Siloam Parigi, Selasa (03/03/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi GPdI Sulawesi Tengah untuk melakukan evaluasi program kerja sekaligus merumuskan arah pelayanan gereja ke depan. Mukerda ini juga dihadiri oleh para pengurus gereja serta perwakilan jemaat dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Wakil Gubernur Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia serta Majelis Daerah GPdI Sulawesi Tengah yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik.

Ia menegaskan bahwa kegiatan Mukerda bukan hanya sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menentukan arah pelayanan gereja sekaligus memperkuat kontribusi lembaga keagamaan dalam pembangunan daerah.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran 48 wilayah dengan total 624 GPdI dari seluruh penjuru Sulawesi Tengah menunjukkan bahwa GPdI memiliki peran yang sangat penting dalam dinamika kehidupan masyarakat.

“Gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat pembinaan moral, pembentukan karakter, penguatan keluarga, serta pemberdayaan sosial,” ucapnya.

Menurutnya, Sulawesi Tengah merupakan daerah yang kaya akan keberagaman baik dari segi suku, budaya, maupun agama. Keberagaman tersebut merupakan anugerah yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

Pemerintah daerah, kata dia, sangat menyadari bahwa harmoni dan kerukunan umat beragama merupakan fondasi utama dalam menjaga stabilitas serta keberlanjutan pembangunan di daerah.

Ia juga menekankan bahwa gereja memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun masyarakat yang berkarakter, menjunjung tinggi nilai toleransi, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Lebih lanjut, ia memandang Mukerda sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai program kerja yang telah dilaksanakan sekaligus merumuskan langkah-langkah visioner untuk menghadapi tantangan ke depan.

Perkembangan teknologi digital, perubahan sosial yang cepat, dinamika ekonomi, hingga berbagai persoalan kemasyarakatan menurutnya membutuhkan respons yang bijaksana serta kemampuan adaptasi yang baik dari seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan.

“Saya berharap melalui mukerda ini akan lahir gagasan-gagasan segar, program kerja yang realistis dan berdampak serta komitmen pelayanan yang semakin kuat. GPdI sulawesi tengah diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun generasi muda yang berintegritas, keluarga yang kokoh, serta masyarakat yang peduli dan solider,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus berupaya mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan pelayanan publik.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak akan terwujud tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan yang memiliki peran penting dalam membina kehidupan sosial masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah provinsi membuka ruang kolaborasi yang luas dengan berbagai pihak, termasuk gereja, guna memperkuat sinergi dalam membangun masyarakat yang sejahtera dan berkarakter.

“Saya juga mengajak seluruh peserta mukerda untuk menjadikan forum ini sebagai wadah musyawarah yang penuh hikmat, menjujung tinggi kebersamaan, serta mengutamakan kepentingan pelayanan dan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Mukerda GPdI Sulawesi Tengah ini diharapkan dapat memperkuat peran gereja dalam membina kehidupan umat, sekaligus berkontribusi aktif dalam menjaga kerukunan serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *