
Noteza.id – Satuan Tugas Pencegahan Korupsi (Satgassus) Polri telah melakukan pemantauan intensif terhadap penyaluran pupuk subsidi di dua kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Magelang dan Gunung Kidul.Jumat (31/5/24). Dalam kegiatan yang berlangsung dari tanggal 28 hingga 31 Mei 2024, Satgassus mengungkap serangkaian temuan yang krusial terkait efektivitas program subsidi tersebut.
Ketua tim, Hotman, menjelaskan bahwa kunjungan ke kedua kabupaten tersebut bertujuan untuk mengevaluasi penebusan pupuk bersubsidi secara hybrid, yang melibatkan penggunaan kartu tani dan aplikasi I-Pubers secara bersamaan. Dipilihnya Magelang dan Gunung Kidul tidak tanpa alasan, karena kedua kabupaten ini dikenal memiliki masyarakat yang sangat solid dan mempunyai kearifan lokal yang kuat.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa serapan pupuk masih rendah, khususnya di kedua kabupaten tersebut. Hotman menyatakan bahwa hal ini memerlukan perhatian khusus dari pihak terkait, terutama dalam mengantisipasi potensi kelangkaan pupuk di masa mendatang.
Beberapa temuan signifikan meliputi kurangnya distribusi kartu tani kepada petani terdaftar di E-RDKK di Kabupaten Magelang, serta keengganan petani dengan alokasi kecil untuk menebus pupuk mereka. Selain itu, kurangnya efektivitas pengawasan stok pupuk di kios juga menjadi perhatian serius.
Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan distribusi yang lebih baik, Satgassus memberikan sejumlah rekomendasi, termasuk integrasi transaksi penebusan pupuk melalui kartu tani dan aplikasi I-Pubers, serta penerapan pemantauan digital dalam pengawasan stok pupuk.
Yudi Purnomo Harahap, Anggota Satgassus, menegaskan bahwa pemantauan ini penting untuk mencegah penyalahgunaan dan penyelewengan pupuk subsidi, yang dapat berdampak pada kerugian keuangan negara. Dengan pemantauan yang ketat, diharapkan pupuk subsidi bisa disalurkan dengan tepat dan efisien kepada petani yang membutuhkan.
Kerjasama erat antara pemerintah daerah, Kementerian Pertanian, perusahaan pupuk, distributor, dan kelompok petani menjadi kunci dalam menjamin keberhasilan program subsidi pupuk ini. Dengan terus melakukan pemantauan dan evaluasi, diharapkan program tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi petani di Jawa Tengah.




