
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai merilis terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Luwuk, 3.35%
Noteza.id – Pada awal Tahun 2024.Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banggai merilis terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Luwuk,Kamis, 1 /02/ 2024kegiatan di di lakukan di Ruang Pertemuan kantor BPS.banggai.ini di Hadiri Oleh,Staf dan Bebarapa Awak media yang ada di Kabupaten banggai. Dalam pertemuan Bersama Awak media, Kepala BPS Banggai, Ir. Muhammad Said, Msc, mengatakan terjadinya kenaikan IHK di kota Luwuk pada awal tahun 2024.
Di mana inflasi,terjadi pada bulan Januari 2024 terdampak dari bulan Desember 2023 mengalami 0,27 persen.
Selanjutnya BPS ada mencatat inflasi dari tahun ke tahun terdampak pada, Januari 2024 terhadap Januari 2023 mengalami kenaikan, Inflasi y-on-y 3,35 %
Sementara itu, berdasarkan data inflasi tahun kalender, dari awal Januari 2024 dan akhir Desember 2023 mengalami 0,27 persen.Pada Bulan Desember 2023 inflasi y-on-y) Kota Luwuk tercatat sebesar 4,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen 122,58. Inflasi y-on-y tertinggi.
Kepala BPS Banggai,Muhammad Said,mengatakan bahwa penyumbang utama inflasi pada bulan Januari 2024 secara berturut-turut,ada pada sektor, kelompok perumahan, air, listrik serta bahan bakar rumah tangga,( Gas ) dengan catatan 0,19 persen.
“Untuk itu penyumbang utama inflasi, antaranya, : kontrak rumah, susu bubuk untuk balita, bawang,merah,bawang putih serta ikan segar ( ikan tude, )”ucapnya.
Lanjut nya,Kepala BPS Banggai.di dalam Penyampaian nya,penyumbang inflasi.untuk bulan Januari 2024.
Penyumbang inflasi dari tahun ke tahun ini, menurutnya pada sektor makanan, minuman serta tembakau dengan bagian 1,80 persen. ini menjadi Penyumbang terbesar dalam kelompok penjual beras.
Selain nya pada kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, dengan andil 0,50 persen. Di mana, penyumbang inflasi terbesar dalam kelompok ini adalah bahan bakar rumah tangga/ Gas 3 kg. pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran, dengan andil 0,35 persen.Dalam pantauan nya kelompok ini menjadi penyumbang inflasi terbesar di sektor makanan yang cukup Tinggi berupa nasi bungkus.” Tutup Kepala BSP.












