Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
Example 970x250
Sulawesi Tengah

Aktivis Anti Korupsi Parimo Harap Putra Daerah Pimpin Polda Sulteng

×

Aktivis Anti Korupsi Parimo Harap Putra Daerah Pimpin Polda Sulteng

Sebarkan artikel ini

Parigi Moutong, Noteza – Dukungan terhadap figur putra daerah untuk memimpin Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) mulai menguat.

Aktivis Anti Korupsi Parigi Moutong (Parimo), Fadli Arifin Azis, menyampaikan harapan serta dukungannya kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar dalam penentuan kepemimpinan baru di tubuh Polda Sulteng, mempertimbangkan sosok yang benar-benar memahami karakter sosial, budaya, serta kebutuhan masyarakat Sulawesi Tengah.

Menurut Fadli, kepemimpinan di daerah seperti Sulawesi Tengah tidak hanya membutuhkan kemampuan manajerial dan penegakan hukum semata, tetapi juga memahami  nilai-nilai lokal.

“Sosok Kapolda ideal dinilai harus mampu “berbahasa rakyat”, memahami filosofi kehidupan masyarakat setempat, serta memiliki keterikatan emosional dengan daerah yang dipimpinnya”.

Dalam konteks tersebut katanya, nama Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Rauf mencuat sebagai figur yang dinilai paling representatif. Jenderal bintang satu yang lahir di Luwuk pada 8 Mei 1971 ini merupakan alumnus Akademi Kepolisian tahun 1993 dan saat ini menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Tengah.

“Beliau bukan hanya memahami wilayah secara geografis, tetapi juga memiliki kedekatan batin dengan masyarakat Sulteng. Itu penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ujar fadli kepada media, sabtu, 11 april 2026.

Menurut Fadli yang juga Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih Parimo itu, selain faktor kebanggaan sebagai salah satu anak daerah yang punya karir cemerlang, rekam jejak Brigjen Helmi juga menjadi nilai tambah. Pengalaman panjang di institusi kepolisian serta kapasitas akademik yang dimilikinya dianggap mampu menjawab tantangan kompleks di Sulawesi Tengah, mulai dari penegakan hukum, penanganan konflik sosial, hingga pengawasan terhadap potensi tindak pidana korupsi dan masalah krusial lainnya.

Fadli juga menilai, kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas keamanan yang selama ini telah terbangun di Sulawesi Tengah. Dengan posisinya saat ini sebagai Wakapolda, Brigjen Helmi dianggap memahami secara utuh dinamika internal maupun eksternal Polda Sulteng.

“Polda Sulteng membutuhkan figur yang tidak harus mulai dari nol. Stabilitas yang sudah ada harus dijaga, bahkan ditingkatkan. Brigjen Helmi punya modal kuat untuk itu,” tambahnya.

Pergantian kepemimpinan di Polda Sulteng sendiri akan segera terjadi seiring dengan purna tugasnya Kapolda saat ini, Irjen Pol. Endy Sutendy.

Lebih jauh, Fadli berharap sosok Kapolda ke depan mampu menjadi pengayom masyarakat yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga humanis dalam pendekatan sosial. Ia meyakini Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Rauf memiliki kombinasi tersebut.

“Harapan kami sederhana, Polda Sulteng dipimpin oleh sosok yang bukan hanya kuat secara institusi, tetapi juga dekat dengan rakyat. Dan kami melihat itu ada pada Brigjen Helmi,” ungkapnya.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, dukungan pun mengerucut pada harapan agar Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dapat memberikan kepercayaan kepada putra daerah dalam memimpin Polda Sulteng ke depan.

“Semoga Brigjen Polisi Dr. Helmi Kwarta Kusuma Rauf dapat menjadi Kapolda Sulawesi Tengah dan terus menjaga serta membangun daerah ini dengan hati,” tutup Fadli penuh harap.

Penulis: Boby Monareh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *