
Noteza.id – Pedagang di Pasar NKRI Kabupaten Banggai menyuarakan kekecewaan mereka terhadap minimnya jumlah pembeli setelah pemindahan dari Pasar Simpong beberapa bulan lalu. Pasar NKRI diresmikan oleh Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin M.M.AIFO, namun sejak peresmiannya, para pedagang merasakan dampak negatif yang signifikan terhadap usaha mereka.
Heri, seorang pedagang yang berjualan ikan asin dan sayuran di Pasar NKRI, menegaskan bahwa suasana di pasar tersebut sangat sepi. “Kami yang berada di lapak belakang jarang mendapat kunjungan pembeli,” ujarnya saat ditemui awak media pada Jumat (30/11/2023).
Menurut Heri, pelanggan yang sebelumnya setia membeli barang dagangannya saat berjualan di Pasar NKRI kini jarang sekali datang. “Pelanggan-pelanggan yang biasa berbelanja di sini tampaknya tetap memilih Pasar Simpong atau bertransaksi di pinggir jalan arah masuk pasar tersebut. Meskipun sudah ada larangan, masih ada pedagang yang berjualan di atas mobil dan bermain kucing-kucingan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP),” tambahnya.
Keluhan serupa juga disuarakan oleh pedagang lain di Pasar NKRI. Mereka mulai menutup usaha karena minimnya pembeli dan beban bulanan yang terus bertambah, seperti pembayaran hutang dan piutang yang harus dipenuhi.
Para pedagang menyatakan ketidakpastian mereka terkait penertiban di sekitar Pasar Simpong, yang menjadi asal mereka sebelum dipindahkan ke Pasar NKRI. Mereka berharap pihak terkait, termasuk Kaban Kesbangpol, Saifuddin Muid, yang bertanggung jawab atas pemindahan pedagang dari Pasar Simpong, dapat memberikan solusi terkait permasalahan ini.
Situasi ini menunjukkan perlunya langkah konkret dari pihak terkait untuk menyelesaikan masalah tersebut. Perlu adanya penanganan yang lebih strategis dalam mengatasi minimnya pembeli dan menjamin keberlangsungan usaha para pedagang di Pasar NKRI.
Pemerintah daerah Kabupaten Banggai diharapkan dapat mendengarkan keluhan pedagang dan mencari solusi yang dapat meningkatkan daya tarik pasar serta menjamin keberlangsungan usaha pedagang di Pasar NKRI.














