
Noteza.id – Seni bela diri kuno Tiongkok, Kuntau Baba, kembali meraih popularitasnya di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berkat dedikasi tinggi Ikatan Persaudaraan Perguruan Naga Emas (IPPNAS). Dulu terlupakan, seni bela diri ini kini mendapat sorotan baru berkat upaya keras Abdullah Alhamidy, SP, pendiri IPPNAS Parigi Moutong.
Diperkenalkan di wilayah ini oleh Master Lie Tjeng Hae, Kuntau Baba sempat menghilang dari perbincangan masyarakat setempat. Namun, berkat keberanian dan semangat dari IPPNAS, seni bela diri ini kembali memancarkan keberadaannya. Abdullah Alhamidy, SP, yang memimpin IPPNAS, menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan Kuntau Baba di kalangan masyarakat Parigi Moutong.
Melalui latihan terstruktur dan penuh disiplin, Kuntau Baba tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga membentuk karakter pribadi, fisik, dan mental para praktisinya. Nilai-nilai seperti rasa hormat, kesabaran, dan kontrol diri menjadi bagian integral dari pembelajaran ini. Abdullah Alhamidy, SP, menyatakan, “Kami ingin melihat anak-anak muda tertarik untuk mempelajari dan mengembangkan Kuntau Baba. Seni bela diri ini tidak hanya tentang teknik bertarung, tetapi juga tentang membangun karakter yang kuat dan bertanggung jawab.”
Sejak berdirinya IPPNAS Parigi Moutong, minat terhadap Kuntau Baba mulai bangkit kembali. Semakin banyak anak muda yang tertarik bergabung dan belajar di perguruan ini. Dengan semangat tinggi, IPPNAS Parigi Moutong berupaya menjadi pusat pelatihan Kuntau Baba yang terkemuka di wilayah Sulawesi Tengah.
Dengan dukungan masyarakat dan upaya keras IPPNAS, harapan untuk melestarikan dan mengembangkan Kuntau Baba di Parigi Moutong semakin terbuka lebar. Seni bela diri ini bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya Sulawesi Tengah yang harus dijaga dan diperkenalkan kepada generasi mendatang. Semoga Kuntau Baba terus bersinar dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal serta menjadi inspirasi bagi generasi muda.














