Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
DaerahParigi Moutong

Irwan: Bappelitbangda Fokus Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan hingga Tingkat Puskesmas

×

Irwan: Bappelitbangda Fokus Tingkatkan Mutu Layanan Kesehatan hingga Tingkat Puskesmas

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Penguatan sistem pelayanan kesehatan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong agar masyarakat memperoleh layanan yang semakin mudah, cepat, dan berkualitas. Melalui proses evaluasi lintas sektor, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap program kesehatan yang telah dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan.

Langkah tersebut menjadi salah satu fokus Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten Parigi Moutong dalam menyelaraskan berbagai program kesehatan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi. Salah satunya melalui implementasi Program Sehat Bersama yang kini telah diterapkan di seluruh puskesmas sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan.

Kepala Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong, Irwan, SKM, mengatakan Program Sehat Bersama telah berjalan bersamaan dengan Program Berani Sehat milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan yang lebih terintegrasi.

“Pelaksanaan program ini sebenarnya sudah berlangsung di seluruh puskesmas. Namun, kami melihat masih diperlukan sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat memahami bentuk layanan yang tersedia dan prosedur untuk mengaksesnya,” ujar Irwan saat mengikuti rapat koordinasi bersama Komisi IV DPRD Parigi Moutong, Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan, manajemen rumah sakit, serta para kepala puskesmas.

Ia menjelaskan, kolaborasi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan, terutama untuk mendukung sistem pembiayaan serta memperlancar proses rujukan pasien.

Meski demikian, Irwan mengakui masih terdapat beberapa tantangan dalam pelaksanaannya, terutama berkaitan dengan pemahaman petugas terhadap mekanisme pelayanan serta optimalisasi sistem rujukan yang digunakan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, penggunaan aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) telah membantu mempercepat proses pelayanan, tetapi masih dipengaruhi stabilitas jaringan internet dan kesiapan operator di masing-masing fasilitas kesehatan.

“Secara sistem sudah sangat baik karena mempermudah proses rujukan. Hanya saja, masih ada kendala teknis seperti jaringan internet dan kesiapan operator sehingga perlu terus dilakukan penyempurnaan,” jelasnya, Senin (6/04/2026).

Untuk mengantisipasi kendala tersebut, fasilitas kesehatan membangun koordinasi secara cepat melalui media komunikasi digital guna memastikan kesiapan rumah sakit sebelum pasien dirujuk.

Koordinasi tersebut mencakup informasi mengenai ketersediaan tempat tidur, tenaga medis, obat-obatan, hingga fasilitas penunjang lainnya agar pasien tidak mengalami keterlambatan penanganan.

“Komunikasi antarfasilitas kesehatan harus berjalan cepat. Ketika ruang perawatan penuh atau ada kendala lain, informasi itu harus segera diketahui sehingga dapat dicarikan solusi terbaik bagi pasien,” katanya.

Irwan menambahkan, layanan rujukan pasien pada dasarnya telah dijamin melalui BPJS Kesehatan bagi peserta aktif. Sementara itu, pemerintah daerah melengkapi pelayanan tersebut melalui sejumlah program pendukung yang belum tercakup dalam pembiayaan BPJS, salah satunya penyediaan ambulans gratis untuk pemulangan jenazah.

“Pemerintah daerah tetap memberikan dukungan terhadap kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi dalam pembiayaan BPJS, termasuk penyediaan ambulans gratis sebagai bentuk pelayanan tambahan,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, Komisi IV DPRD Kabupaten Parigi Moutong juga meminta agar koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan BPJS terus diperkuat untuk menjawab berbagai persoalan pelayanan yang masih dikeluhkan masyarakat.

Bappelitbangda memastikan akan terus mengawal proses perencanaan, evaluasi, serta penyempurnaan program kesehatan sehingga seluruh kebijakan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin pelayanan kesehatan terus berkembang menjadi lebih baik. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci agar masyarakat memperoleh layanan yang cepat, berkualitas, dan mudah diakses di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong,” tutup Irwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *