PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Upaya memperluas jaringan pemasaran hasil pertanian sekaligus menarik investasi di sektor pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan antara Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid dengan jajaran PT Food Station Tjipinang Jaya di Ruang Kerja Bupati, Senin (30/3/2026). Pertemuan itu difokuskan pada penjajakan kerja sama dalam pengembangan komoditas unggulan daerah, khususnya beras dan durian yang dinilai memiliki prospek besar untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi kekuatan utama Kabupaten Parigi Moutong. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha agar potensi yang dimiliki tidak hanya mampu meningkatkan produksi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani.
“Kami ingin potensi pertanian Parigi Moutong tidak hanya dikenal sebagai penghasil komoditas, tetapi juga mampu menjadi pusat investasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah daerah siap mendukung setiap kerja sama yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Erwin Burase.
Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, kemudian memaparkan profil daerah beserta potensi sektor pangan yang dimiliki. Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Parigi Moutong memiliki luas wilayah sekitar 6.231,85 kilometer persegi, garis pantai sepanjang 512 kilometer, serta jumlah penduduk mencapai 459.570 jiwa yang sebagian besar menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.
Menurutnya, produksi padi Kabupaten Parigi Moutong setiap tahun mencapai sekitar 286.778 ton gabah yang setelah melalui proses penggilingan menghasilkan sekitar 153.081 ton beras. Angka tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang berada pada kisaran 54.465,97 ton per tahun sehingga daerah ini masih memiliki surplus beras sekitar 98.615,7 ton.
“Surplus ini menunjukkan bahwa Parigi Moutong memiliki kapasitas sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan, bukan hanya untuk Sulawesi Tengah, tetapi juga berpeluang memasok kebutuhan daerah lain di Indonesia,” jelas Zulfinasran.
Ia menambahkan, sejumlah kecamatan menjadi sentra produksi padi terbesar, di antaranya Kecamatan Balinggi dengan produksi sekitar 35.034 ton, Kecamatan Torue 22.782 ton, Kecamatan Parigi Selatan 20.169 ton, serta Kecamatan Mepanga yang menghasilkan sekitar 19.485 ton setiap musim panen.
Selain sektor perberasan, pemerintah daerah juga tengah mempercepat pengembangan komoditas hortikultura, terutama durian yang selama ini menjadi salah satu produk unggulan Parigi Moutong. Bupati menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan inventarisasi potensi lahan di 278 desa sebagai bagian dari program pengembangan kawasan durian secara berkelanjutan.
Melalui program tersebut, pemerintah menargetkan penanaman sekitar 5.000 pohon durian unggul yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat posisi Parigi Moutong sebagai salah satu sentra durian di Indonesia.
“Potensi durian kita sangat besar. Karena itu kami mengundang investor untuk bersama-sama mengembangkan sektor ini sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Komersial PT Food Station Tjipinang Jaya, Dahri V. Jauhari, menyampaikan apresiasinya atas peluang kerja sama yang ditawarkan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Menurutnya, perusahaan melihat daerah tersebut memiliki kapasitas produksi yang menjanjikan, terutama pada komoditas beras.
Ia mengatakan bahwa tahap awal penjajakan akan difokuskan pada komoditas beras medium sebagai bahan baku utama yang dipasarkan ke wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selanjutnya perusahaan akan melakukan kajian teknis terkait kualitas produk, biaya produksi, hingga sistem distribusi agar kerja sama dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami melihat peluangnya sangat baik. Langkah berikutnya adalah melakukan kajian menyeluruh, mulai dari kualitas produk, efisiensi distribusi, hingga potensi pasar sehingga kerja sama yang dibangun benar-benar memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak,” ungkap Dahri.
Ia juga menyebutkan bahwa PT Food Station membuka peluang untuk mengembangkan pemasaran beras premium apabila kualitas produk mampu memenuhi standar yang dipersyaratkan, termasuk standar pasar nasional maupun internasional.
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kemitraan antara pemerintah daerah dan dunia usaha guna memperkuat rantai pasok pangan, memperluas akses pasar bagi hasil pertanian masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas unggulan Kabupaten Parigi Moutong di tingkat nasional.
Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan itu Asisten II Setda Kabupaten Parigi Moutong, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta sejumlah pejabat teknis terkait yang membidangi sektor pertanian dan investasi.














