Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
Example 970x250
BeritaParigi MoutongSulawesi Tengah

RSUD Anuntaloko Parigi Di Demo Cleaning Service

×

RSUD Anuntaloko Parigi Di Demo Cleaning Service

Sebarkan artikel ini

Parimo, noteza.id – Cleaning service RSUD Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah gelar aksi demo mogok kerja, Rabu, 26 Maret 2025.

Aksi ini, sebagai bentuk protes para cleaning service karena tidak mendapatkan hak-haknya selama berkerja di bawah naungan PT, Facility Service Manajemen.

“Aksi mogok kerja ini, dilakukan oleh tenaga kerja cleaning service RSUD Anuntaloko Parigi. Mereka meminta perlindungan kepada kami, Federasi Serikat Pekerja Nasional Indonesia (FSPNI),” ungkap Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Federasi Serikat Pekerja Nasional Indonesia (FSPNI) Sulawsi Tengah, Lukius Tomada, ditemui di sela-sela aksi, Rabu, 26 Maret 2025.

Ia mengatakan, para cleaning service yang telah bekerja lebih dari satu tahun terakhir, mengaku tidak menerima kompensasi.

Menurutnya, pihak PT Facility Service Manajemen tidak memiliki syarat kerja, seperti peraturan perusahaan, dan wajib lapor tenaga kerja ke Dinas Tenaga Kerja dan Nakertrans (Disnaker) Parimo.

Bahkan, tidak memiliki kontrak dengan para buruh. Sehingga, mereka dapat diberhentikan kapanpun oleh pihak Perusahaan.

Selain itu, upah tenaga kerja cleaning service di RSUD Anuntaloko yang diberikan juga tidak sesuai ketentuan dan tanpa jaminan BPJS Ketenagakerjaan.

“Jadi banyak hal yang diabaikan pihak Perusahaan sebagai pihak ketiga RSUD Anuntaloko Parigi,” ungkapnya.

Olehnya, ia meminta Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, untuk memutuskan hubungan kerja sama dengan PT. Facility Service Manajemen.

Sikap PT Facility Service Manajemen dinilainya, hanya mementingkan keuntungan pribadi, mengabaikan kebutuhan tenaga kerja, yang telah bekerja tanpa memikirkan risiko di dalam rumah sakit.

“Mereka bekerja siang dan malam membersihkan ruang-ruang rumah sakit. Pekerjaan ini sangat berisiko, karena para pekerja rentan terkena penyakit. Ditambah lagi, tidak ada libur kerja, berbeda dengan Perusahaan pada umumnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang cleaning service, Hasifa (45) mengaku, telah bekerja sebagai petugas kebersihan RSUD Anuntaloko Parigi sejak 2018.

Selama bekerja, menurutnya, pihak Perusahaan tidak memberikan Tunjangan Hari Lebaran (THR) layaknya tenaga kerja lainnya.

“Setiap tahun kami hanya mendapatkan THR minum dan kue kering, bukan uang tunai satu kali gaji,” bebernya.

Makanya, seluruh cleaning service RSUD Anuntaloko Parigi bersepakat ikut beserikat, agar mendapatkan hak-haknya sebagai tenaga buruh.

Wakil Direktur (Wadir) RSUD Anuntaloko Parigi, Asmarafia yang dimintai tanggapannya atas aksi mogok kerja tersebut, enggan berkomentar.

“Tadi saya diminta Direktur untuk melanjutkan rapat internal. Sementara Pak Direktur akan menyelesaikan persoalan aksi mogok di bawah,” kata Asmarafia ditemui di ruang kerjanya

Begitu juga dengan perwakilan PT Facility Service Manajemen yang ditemui di RSUD Anuntaloko Parigi, juga enggan memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *