Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
Example 970x250
BeritaParigi MoutongPolitikSulawesi Tengah

Survei Indonesia Political Review, Erwin Sahid Unggul 57,32 Persen

×

Survei Indonesia Political Review, Erwin Sahid Unggul 57,32 Persen

Sebarkan artikel ini

Parimo, noteza.id – Lembaga Survei Indonesia Political Review (IPR) menyebut, pasangan H Erwin Burase dan Abdul Sahid unggul dengan perolehan 57,32 persen, jika Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah dilaksanakan hari ini.

“Jika PSU Parimo dilaksanakan hari ini, ada sekitar 57 persen sampai dengan 61 persen yang memilih Erwn-Sahid,” ungkap Koordinator IPR Akmal Ali di Parigi, Jum’at dini hari, 4 April 2025.

Berdasarkan hasil survei top of mind, elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Parimo, Erwin-Sahid berada diposisi teratas dengan perolehan 57.32 persen.

Posisi kedua, M Nizar Rahmatu-Ardi 15.60 persen, disusul Badrun Nggai-Muslih 2.58 persen dan Moh Nur Dg Rahmatu-Arman Maulana 1.05 persen.

Sementara survei tertutup, elektabilitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Parimo, Erwin-Sahid juga berada diposisi teratas dengan perolehan 61.10 persen.

M Nizar Rahmatu-Ardi 17.34 persen, Badrun Nggai-Muslih 3.04 persen dan Moh Nur Dg Rahmatu-Arman Maulana 1.89 persen.

Dalam survei yang dilakukan pada 23-31 Maret 2025 ini, IPR juga menguji popularitas pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Parimo di PSU Pilkada Parimo.

Hasil survei top of maid, pasangan calon Erwin-Sahid pun masih unggul dengan perolehan 40,11 persen, disusul M Nizar Rahmatu-Ardi 26.87 persen.

Sedangkan pasangan calon Badrun Nggai-Muslih 14.44 persen dan Moh Nur Dg Rahmatu-Arman Maulana 10.40 persen.

Kemudian hasil survei tertutup, popularitas pasangan calon Erwin-Sahid masih unggul dengan perolehan 38.86 persen. Sedangkan M Nizar Rahmatu-Ardi 25,64 persen.

Untuk popolaritas pasangan calon Badrun Nggai-Muslih 17.59 persen dan Moh Nur Dg Rahmatu-Arman Maulana 15,58 persen.

Akmal Ali menjelaskan, seluruh lembaga survei menggunakan pendekatan humesulping dan rumus yang sama. Hanya saja, dibedakan dengan pengambilan sampel.

Untuk lembaga IPR, seluruh desa memiliki perwakilan sampel. Tujuannya, untuk memotret sejauh mana tingkat keterkenalan, keterpilihan dan isu yang dibangun masing-masing kandidat.

“Pelaksanaan survei sekitar tujuh hari, mulai 23-31 Maret 2025 untuk mengumpulan data di 23 kecamatan dan 278 desa di Kabupaten Parimo. Kita wawancarai satu per satu, dengan perbandingan 48 persen dan 52 persen antara koresponden laki-laki dan perempuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *