NOTEZA.ID BANGGAI – Kampanye politik pasangan calon (paslon) AT-FM di Desa Tangkian tak hanya menghadirkan pesan-pesan politik, tetapi juga menggugah emosi warga.
Momen paling menyentuh terjadi saat Amirudin, calon pemimpin daerah dari paslon 01, berbicara dengan penuh perasaan tentang masa kecilnya di desa yang sarat kenangan ini.
Dalam orasinya, Amirudin dengan suara bergetar menyampaikan betapa Tangkian bukan sekadar desa bagi dirinya, melainkan sebuah tempat yang menyimpan jejak perjuangan hidupnya.
Ia mengenang masa-masa ketika air mata jatuh di tanah yang sama, saat ia menghadapi berbagai rintangan dan impian besar di masa lalu.

“Di sini saya belajar tentang perjuangan. Di sini pula, air mata saya pernah jatuh, bukan karena lelah, tapi karena harapan yang tidak mudah diraih,” katanya, dengan mata berkaca-kaca.
Kenangan ini, ditambah dengan suasana hangat di tanah kelahirannya, membuat warga yang mendengar turut terhanyut dalam kesedihan.
Banyak di antara mereka yang terisak, merasakan beban emosional dari cerita hidup yang disampaikan Amirudin. Pidato ini tidak hanya berbicara soal politik, tetapi juga mengingatkan semua orang tentang arti pengorbanan dan perjuangan hidup.

Bagi Amirudin, setiap sudut Desa Tangkian adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidupnya.
Kampanye ini menjadi ajang untuk mengenang kembali perjuangan masa lalu, menjadikannya lebih dari sekadar panggung politik—melainkan refleksi mendalam tentang kehidupan.
Orasi yang menyentuh hati ini membuat Desa Tangkian larut dalam suasana haru, seakan setiap kata-kata Amirudin adalah kenangan yang hidup kembali di tengah mereka.














