
Lima Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN ( Universitas Islam Negeri ) Sunan Kudus,melakukan, PPL (
NOTEZA.ID BANGGAI – Lima Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, UIN ( Universitas Islam Negeri ) Sunan Kudus,melakukan, PPL (Praktek Pengalaman Lapangan ). Program study Bimbingan konseling Islam yang tengah melaksanakan praktek Penerima Manfaat di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra ( PPSDSN ) Pendowo Kudus
Satu kelompok terdiri lima mahasiswa yaitu, Mutiara Latifa Mokoagow, Safina Rahma Adelia, Seka Ganjar Dian Anggraini, Andini Juliana Putri, Muhammad Abdullah Afif.
dan juga mengajak Desi dan Dimas yang tuna netra dan tinggal di PPSDSN, pendowo Kudus.

Selanjutnya para mahasiswa ini
didampingi, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) di Lokasi tempat Mahasiswa PPL di PPSDSN Pendowo Kudus yaitu : dosen Wiwik Sundawati A., KS. dan Bu Eka Nur Widyaningrum, S., Tr., Sos.guna membantu dalam penulisan huruf braille pada kartu Tod
Dalam mengikuti perkembangan zaman saat ini pada Permainan Tod dilengkapi juga Huruf Braille untuk para teman Disabilitas Tunanetra.ini diciptakan sebagai Inovasi baru dengan sensasi yang sangat seru untuk para teman-teman disabilitas agar mencoba permainan kartu “Truth or Dare” atau biasanya anak zaman sekarang menyebutnya kartu Tod.

Hal ini terinspirasi dari para mahasiswa PPL saat bermainan Tod yang biasa dimainkan oleh orang awas ( Orang yang dapat melihat ) bersama teman lain dan tentunya terdapat tantangan dan pertanyaan yang harus dijawab jujur.
Lanjut mahasiswa PPL ingin mengajak serta memperkenalkan kepada. teman-teman tuna netra yang ada di Panti agar dapat bermain kartu Tod dikala sedang boring maupun sedang berkumpul santai dengan teman sesama tuna netra lain.
Karena kartu Tod ini sudah di lengkapi huruf braille agar memudahkan teman tunanetra untuk membacanya. Permainan ini di kembangkan oleh Mahasiswa UIN Sunan Kudus.

Menurut Mutiara Mokoagow,mahasiswa, semester enam,berdarah Sulawesi-Jawa kelahiran Kudus, ini yang merupakan salah satu penggagas dan pengembang dalam pembuatan kartu Tod agar menciptakan permainan yang ramah terhadap disabilitas tuna netra seperti tantangan dan pertanyaan pada kartu Tod ini.
Karena mereka berlima dalam,1 Kelompok sudah melakukan survei terkait kehidupan sehari-hari para teman-teman Tuna Netra di Panti,apa saja yang mereka lakukan,dengan adanya kartu Tod ini sangat terbantukan
dalam menghabiskan waktu santai mereka sambil bermain dan bercanda dengan kartu Tod.serta dapat lebih percaya diri bermain kartu itu,” ucap Aya Mokoagow

Menurutnya dengan adanya kartu mendapat respon Positif dari teman tuna netra sangat excited dan terlihat bahagia saat bermain kartu Tod. “Mba, ini permainan apa? Seru juga ya ternyata bisa merasakan permainan kartu seperti ini. Jadi bisa kumpul dengan teman teman deh, bisa bercerita dan tau informasi kisah hidup teman-temanku” ungkap Teta salah satu teman tuna netra yang telah mencoba permainan ini.
Karena Kartu Tod ini di bagian packaging serta di setiap kartunya sudah di lengkapi huruf braille. jumlah Kartu Tod ini berisi 30 Kartu dimana 15 kartu Truth (pertanyaan yang harus dijawab jujur) dan 15 kartu Dare (tantangan yangharus dilakukan). Tidak hanya huruf braille saja melainkan ada huruf latin yang memudahkan teman-teman awas bisa membacanya,”katanya

Diakhir perbincangan bersama Awak media melalui Whatsappnya Mutiara Mokoagow, bersama teman satu Tim Safina Rahma Adelia, Seka Ganjar Dian Anggraini, Andini Juliana Putri, Muhammad Abdullah Afif. Mengharapkan dari permainan Tod ini bisa membukakan jalan agar kedepan bisa membuat Inovasi lain.
Supaya para teman-teman disabilitas dapat menikmati tanpa ada batasan serta bisa lebih percaya diri,dalam berinteraksi dengan orang lain( awas.) melihat. dalam mempererat.tali silahturahmi dengan masyarakat luas,” tutup Aya Mokoagow sapaan akrabnya.














