PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Pemanfaatan kekayaan alam menjadi produk kerajinan bernilai jual membuka peluang bagi pelaku usaha kreatif di Kabupaten Parigi Moutong untuk mengembangkan usahanya. Salah satu potensi tersebut terlihat pada kerajinan ecoprint yang mengolah daun dan bunga menjadi motif khas pada kain dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan.
Melihat peluang itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, mengunjungi pusat kerajinan Ecoprint Lesthary di Desa Mensung, Kecamatan Mepanga, Sulawesi Tengah, Sabtu (12/9/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda untuk melihat secara langsung perkembangan kerajinan lokal sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangannya agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ecoprint merupakan teknik pembuatan motif pada kain dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen alami dari daun maupun bunga. Keunikan pola yang dihasilkan membuat setiap produk memiliki karakter tersendiri, sekaligus menawarkan alternatif produk fesyen yang memanfaatkan bahan-bahan dari lingkungan sekitar.
Saat meninjau proses produksi Ecoprint Lesthary, Hestiwati menyampaikan apresiasi atas kreativitas pengrajin dalam mengolah bahan alami menjadi produk yang memiliki daya tarik estetika dan potensi ekonomi.
Menurutnya, kerajinan tersebut perlu terus dikembangkan karena tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.
“Ecoprint ini punya potensi besar untuk dikembangkan. Selain menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi, kerajinan ini sangat ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita,” ujar Hestiwati.
Ia menilai, pengembangan ecoprint dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di Parigi Moutong. Dengan inovasi yang berkelanjutan, kerajinan berbasis bahan alami berpeluang menjangkau konsumen yang lebih luas dan menjadi sumber pendapatan bagi pelaku usaha lokal.
Untuk mendukung perkembangan tersebut, Dekranasda Kabupaten Parigi Moutong mendorong penguatan kapasitas pengrajin melalui sejumlah aspek penting. Salah satunya adalah peningkatan kualitas produk, termasuk menjaga kerapian pengerjaan, konsistensi warna alami, serta ketahanan kain agar memenuhi harapan konsumen.
Selain kualitas hasil produksi, kemampuan pelaku usaha dalam mengembangkan desain dan mengelola bisnis juga menjadi perhatian. Kreativitas perlu diimbangi dengan pengelolaan usaha yang baik agar produk dapat diproduksi secara konsisten dan mampu bersaing di pasar.
Perluasan pemasaran juga menjadi bagian dari upaya pengembangan kerajinan ecoprint. Produk yang dihasilkan pengrajin di tingkat desa diharapkan dapat diperkenalkan ke pasar regional hingga nasional melalui dukungan promosi dan jejaring pemasaran yang lebih luas.
Hestiwati menegaskan bahwa produk kerajinan lokal perlu mendapatkan kesempatan untuk berkembang melampaui pasar di lingkungan tempat produksinya. Karena itu, pelaku industri kreatif didorong untuk terus menghasilkan desain yang inovatif sekaligus mempertahankan karakter khas produknya.
“Kita ingin produk-produk lokal seperti ini tidak hanya berhenti di tingkat desa, tetapi bisa berkembang dan dikenal lebih luas. Pelaku industri kreatif harus terus berinovasi agar mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Pengembangan Ecoprint Lesthary juga memperlihatkan bagaimana pemanfaatan bahan alami dapat dipadukan dengan kreativitas untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Jika didukung peningkatan mutu, penguatan kemampuan pengrajin, dan pemasaran yang tepat, usaha kerajinan semacam ini berpeluang tumbuh menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.
Melalui pendampingan dan sinergi antara Dekranasda, pemerintah daerah, serta pelaku usaha, pengembangan kerajinan ecoprint di Kabupaten Parigi Moutong diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus membuka peluang usaha baru, memperkuat keberadaan UMKM, dan meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal dengan tetap memperhatikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijak.














