Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
Parigi Moutong

MTQ Parigi Utara Ditutup, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berkarakter

×

MTQ Parigi Utara Ditutup, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qurani Berkarakter

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-10 Tingkat Kecamatan Parigi Utara resmi ditutup dalam suasana penuh khidmat di Arena MTQ Desa Sakinah Jaya, Senin (13/7/2026). Penutupan kegiatan yang menjadi ajang syiar Islam tersebut dilakukan oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Parigi Moutong, Adrudin Nur, yang hadir mewakili Bupati H. Erwin Burase.

Kegiatan penutupan turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Marzuk Hululo, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Parigi Moutong Drs. H. Sudirman Tjora, M.M., Camat Parigi Utara Muhtar, S.P., M.AP., Kapolsek Parigi Utara, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Adrudin Nur, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menegaskan bahwa penyelenggaraan MTQ memiliki makna lebih luas dibanding sekadar kompetisi membaca Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus membangun karakter masyarakat yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“MTQ harus menjadi sarana menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an sekaligus memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Nilai utama yang ingin kita bangun bukan hanya prestasi, tetapi bagaimana ajaran Al-Qur’an mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Adrudin Nur.

Ia mengatakan, pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Parigi Moutong. Oleh karena itu, kegiatan seperti MTQ diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan semangat menjaga persatuan.

Selain menjadi ajang pembinaan qari dan qariah, MTQ juga dinilai sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Pemerintah daerah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung gerakan pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di berbagai wilayah.

“Keberhasilan yang sesungguhnya bukan hanya menjadi juara dalam perlombaan, tetapi mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun keluarga, masyarakat, dan daerah yang lebih baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Adrudin Nur turut menyampaikan penghargaan kepada panitia pelaksana, dewan hakim, pemerintah kecamatan dan desa, aparat keamanan, serta seluruh masyarakat Desa Sakinah Jaya yang telah berperan menyukseskan penyelenggaraan MTQ hingga berjalan tertib dan lancar.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama perlombaan. Bagi peserta yang berhasil meraih prestasi, diharapkan dapat terus meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi, sedangkan peserta yang belum berhasil diminta tetap bersemangat dan terus belajar.

Berdasarkan hasil pleno dewan hakim yang dibacakan Rajib, Desa Sakinah Jaya berhasil meraih predikat Juara Umum I dengan nilai 145. Posisi kedua ditempati Desa Toboli Barat dengan nilai 140, sedangkan Juara Umum III diraih Desa Avolua yang mengumpulkan nilai 131.

Melalui pelaksanaan MTQ tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat serta menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang religius, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *