Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
BeritaDaerahParigi MoutongPendidikan

59 Kontingen PAUD Meriahkan Karnaval Hardiknas 2026 di Parigi

×

59 Kontingen PAUD Meriahkan Karnaval Hardiknas 2026 di Parigi

Sebarkan artikel ini
Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, melepas pawai karnaval Hardiknas. Foto : IST

PARIGI MOUTONG – Sebanyak 59 kontingen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang terdiri atas Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) se-Kecamatan Parigi mengikuti pawai karnaval dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Parigi, Sabtu (1/5/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di depan Perpustakaan Daerah Toraranga Parigi tersebut berlangsung meriah meski sempat diguyur hujan. Antusiasme peserta didik, guru pendamping, dan orang tua tetap tinggi hingga seluruh rangkaian pawai berakhir.

Pawai karnaval secara resmi dibuka dan dilepas oleh Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan anak usia dini sekaligus pembinaan karakter generasi penerus sejak usia dini.

Rute pawai dimulai dari depan Perpustakaan Toraranga, kemudian melintasi Rumah Jabatan Bupati, kawasan Dekranasda Parigi Moutong, dan berakhir di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong.

Panitia pelaksana, Ince Susanti, menjelaskan bahwa pawai tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Hardiknas, tetapi juga menjadi ajang kompetisi kreativitas bagi setiap kontingen peserta.

Menurutnya, penilaian difokuskan pada kesesuaian tema dengan semangat pendidikan, kostum dan atribut yang digunakan, kreativitas penampilan, kekompakan peserta, serta ketertiban selama mengikuti pawai.

“Tema pendidikan memiliki bobot penilaian tertinggi, disusul kostum dan atribut, kreativitas, kekompakan, dan ketertiban peserta,” jelasnya.

Salah seorang juri menambahkan bahwa keselarasan antara tema dan atribut menjadi salah satu aspek utama yang diperhatikan dalam penilaian.

“Jika mengambil tema petani, maka atributnya harus totalitas sebagai petani. Kekompakan dan ketertiban anak-anak di lapangan juga menjadi tantangan sekaligus poin penting,” ujarnya.

Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong, Hj. Hestiwati Nanga, mengapresiasi semangat para guru dan orang tua yang tetap mendampingi anak-anak meski cuaca kurang bersahabat.

“Pawai ini bukan sekadar baris-berbaris, melainkan panggung bagi anak-anak kita untuk membangun kepercayaan diri sejak dini. Melalui kostum dan kreativitas yang ditampilkan, kita sedang menanamkan rasa cinta tanah air dan identitas budaya kepada mereka. Saya sangat bangga melihat keceriaan anak-anak hari ini. Mereka adalah bukti bahwa semangat pendidikan di Parigi Moutong terus menyala dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Menurut Hestiwati, kegiatan semacam ini memiliki nilai edukatif yang penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini, terutama dalam menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, kedisiplinan, serta pengenalan terhadap budaya dan lingkungan sekitar.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari kalangan pendidik. Salah seorang guru pendamping dari PAUD Parigi Utara, Toboli, menilai pawai karnaval menjadi pengalaman belajar yang berharga bagi peserta didik.

“Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk belajar kekompakan, keberanian tampil di depan umum, dan mengenal keberagaman budaya melalui kostum yang mereka kenakan. Ini juga menjadi motivasi besar bagi tumbuh kembang mereka ke depan,” katanya.

Pawai karnaval berakhir dengan tertib di halaman Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong serta mendapat sambutan antusias masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan Hardiknas 2026 di Parigi Moutong sekaligus ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas, keceriaan, dan semangat belajar sejak usia dini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *