PARIGI MOUTONG – Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, meninjau langsung Sekolah Dasar Terpencil di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kamis (30/4/2026), menyusul viralnya kondisi siswa yang harus menyeberangi sungai tanpa jembatan untuk menuju sekolah.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan secara langsung berbagai persoalan yang selama ini menghambat proses belajar mengajar, mulai dari ketiadaan jembatan penghubung, kondisi jalan yang rusak, bangunan sekolah yang belum layak, hingga keterbatasan akses jaringan internet.
Dalam peninjauan itu, Bupati Erwin didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong, Sunarti.
Salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah belum tersedianya jembatan penghubung menuju sekolah. Kondisi tersebut memaksa para siswa menyeberangi sungai setiap hari untuk mengikuti kegiatan belajar.
Menanggapi hal itu, Bupati Erwin memastikan pembangunan Jembatan Garuda saat ini sedang berproses. Meski demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala distribusi material karena pengangkutan dilakukan menggunakan traktor akibat sulitnya akses menuju lokasi.
“Untuk infrastruktur jembatan, alhamdulillah Pak Pangdam akan memberikan bantuan melalui program Jembatan Garuda, yang sebelumnya juga telah dibangun di Desa Nambaru,” ujar Bupati Erwin Burase.
Selain pembangunan jembatan, kondisi jalan menuju sekolah turut menjadi perhatian. Bupati menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pengecekan lapangan dan pendataan panjang ruas jalan yang akan menjadi prioritas perbaikan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati juga meninjau kondisi bangunan sekolah yang sebagian masih berdinding kayu dan dinilai membutuhkan rehabilitasi. Disdikbud Parigi Moutong diketahui telah mengusulkan perbaikan melalui program revitalisasi sekolah.
“Kalau memang program revitalisasi belum bisa direalisasikan, nanti biar daerah dulu yang tangani,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar, Bupati meminta seluruh kebutuhan sekolah segera didata, termasuk alat tulis kantor (ATK) dan berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Persoalan keterbatasan jaringan internet juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Kebutuhan tersebut akan dimasukkan dalam daftar prioritas yang akan diupayakan pemenuhannya guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah terpencil.
Dalam dialog bersama tenaga pendidik, para guru turut menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan insentif khusus bagi guru yang bertugas di daerah terpencil dengan akses dan medan yang cukup berat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Erwin menyatakan bahwa kesejahteraan tenaga pendidik di wilayah terpencil telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan pendidikan.
Ia juga mengajak seluruh guru untuk tetap semangat dan terus menunjukkan dedikasi dalam menjalankan tugas mencerdaskan generasi penerus daerah.
“Teruslah profesional dan tingkatkan dedikasi untuk menciptakan generasi cerdas di daerah kita,” pungkasnya.***













