Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
Example 970x250
GlobalTekno dan Sains

Kerusuhan di Foxconn Membuat IPhone 14 Menjadi Langka, Lebih dari 20.000 Pegawai Meninggalkan Pabrik

×

Kerusuhan di Foxconn Membuat IPhone 14 Menjadi Langka, Lebih dari 20.000 Pegawai Meninggalkan Pabrik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Foto. FOTO : Istimewa

Noteza.id – Kerusuhan terjadi di pabrik iPhone terbesar di dunia di Kota Zhengzhou, China. Video yang memperlihatkan kerusuhan di pabrik milik Foxconn tersebut sampai viral di media sosial China.

Video tersebut, yang menyebar di platform media sosial Weibo dan Kuaishou, menunjukkan ratusan karyawan yang melakukan protes di area pabrik. Mereka dikelilingi oleh petugas yang menggunakan alat pelindung diri dan polisi anti huru-hara.

Rekaman video yang dibagikan di platform livestream juga menunjukkan karyawan yang meneriakkan: “Pertahankan hak kami! Pertahankan hak kami!” Sementara itu karyawan lainnya terlihat menghancurkan kamera CCTV dan jendela menggunakan tongkat.

Beberapa potongan video lainnya menunjukkan karyawan yang mengeluhkan makanan yang mereka terima di asrama, dan mengatakan mereka tidak mendapatkan bonus tepat waktu seperti yang dijanjikan. Sebagian besar video yang menyebar di Kuaishou sudah dihapus, sementara tagar ‘Foxconn Riots’ di Weibo telah disensor.

Seorang karyawan Foxconn yang baru mulai bekerja di pabrik Zhengzhou mengatakan protes karyawan terjadi karena Foxconn mengubah kontrak yang dijanjikan. Mereka juga mengatakan banyak karyawan baru yang takut terinfeksi COVID-19 dari karyawan yang sudah bekerja di pabrik itu duluan.

Karyawan-karyawan itu yang melakukan protes ingin mendapatkan subsidi dan kembali ke rumahnya,” kata karyawan tersebut 

Kerusuhan ini merupakan puncak dari ketegangan yang terjadi di pabrik Foxconn di Zhengzhou sejak bulan lalu. Pada akhir bulan lalu, banyak karyawan Foxconn yang kabur dari pabrik karena lonjakan kasus COVID-19.

Banyak karyawan Foxconn yang mengeluhkan kurangnya stok makanan dan aturan karantina yang terlalu ketat. Foxconn sendiri menetapkan kebijakan closed loop, di mana karyawan kerja dan tinggal di area pabrik, akibat lockdown COVID-19 di kota Zhengzhou.

Untuk mengatasi kekurangan karyawan dan memastikan produksi iPhone tetap berjalan, Foxconn melakukan rekrutmen besar-besaran hingga menjanjikan gaji dan bonus yang lebih besar.

Permasalahan ini juga mulai terasa dampaknya terhadap persediaan iPhone 14 series. Pada awal bulan ini, Apple memperingatkan iPhone 14 Pro bisa jadi produk langka karena masalah produksi di China. Apple pun bersiap menggeber produksi iPhone 14 di India.

. Usai kericuhan karyawan yang sampai bentrok dengan polisi, kini pabrik Foxconn ditinggal banyak karyawan.

Menurut sumber Reuters, lebih dari 20.000 karyawan yang sebagian besar merupakan karyawan baru belum mulai bekerja, mengambil uang kompensasi, dan pergi begitu saja. Beberapa video yang diunggah di media sosial China menunjukkan kerumuman karyawan yang mengantre bus untuk meninggalkan pabrik.

“Waktunya untuk pulang,” kata seorang karyawan Foxconn dalam postingannya di media sosial, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (26/11/2022).

Sumber tersebut mengatakan produksi iPhone di pabrik Foxconn di Zhengzhou, China untuk bulan November bisa terdampak hingga lebih dari 30%. Selain itu, pabrik tersebut juga kemungkinan tidak bisa melanjutkan produksi secara penuh sampai akhir bulan ini.

Pabrik iPhone di Zhengzhou sudah mengalami masalah akibat lockdown COVID-19 yang ketat. Karena sistem closed loop, semua karyawan Foxconn harus kerja dan tinggal di pabrik.

Masalah Foxconn tidak berhenti sampai di situ karena karyawan baru mereka malah bentrok dengan polisi. Karyawan yang bentrok mengaku kecewa dengan kompensasi yang diberikan, dan mengeluh karena harus berbagi asrama dengan kolega yang positif COVID-19.

Foxconn kemudian minta maaf karena telah terjadi kesalahan teknis saat proses rekrutmen. Perusahaan yang bermarkas di Taiwan itu kemudian menawarkan 10.000 Yuan (Rp 21 jutaan) bagi karyawan yang rusuh agar mengundurkan diri dan meninggalkan pabrik.

Sebelum masalah ini terjadi, pabrik Foxconn di Zhengzhou merupakan pabrik iPhone terbesar yang mempekerjakan lebih dari 200.000 karyawan. Foxconn sendiri bertanggung jawab memproduksi sekitar 70% dari total iPhone yang didistribusikan di seluruh dunia.

Meski ditinggal banyak karyawan, seorang sumber dari Foxconn mengatakan sebagian besar karyawan baru yang meninggalkan pabrik belum dilatih atau mulai bekerja, sehingga kepergian mereka tidak begitu berdampak pada produksi.

“Insiden ini memiliki dampak besar bagi imej publik kami tapi tidak begitu besar terhadap kapasitas kami saat ini. Kapasitas kami saat ini tidak terdampak,” kata sumber tersebut. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *