Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
Parigi MoutongPendidikan

Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Bupati Erwin Burase Tinjau Sekolah di Mepanga

×

Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Bupati Erwin Burase Tinjau Sekolah di Mepanga

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Parigi Moutong menjadi perhatian Bupati H. Erwin Burase, S.Kom., saat mengunjungi SMP Satap 2 Mepanga di Desa Maranti, Kecamatan Mepanga, Selasa (13/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) sekaligus mengidentifikasi kebutuhan sekolah agar fasilitas itu dapat berfungsi secara optimal.

PID merupakan bagian dari upaya percepatan digitalisasi pendidikan yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Melalui perangkat tersebut, guru diharapkan dapat menyampaikan materi secara lebih menarik, sementara siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif.

Dalam peninjauan itu, Erwin Burase didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong, Sunarti, S.Pd., M.Pd., Kepala Bidang Manajemen SD Ibrahim, S.Pd., M.Si., serta Kepala Bidang SMP Sarwana, S.Pd.

Bupati mengatakan, kunjungan lapangan diperlukan untuk memastikan bantuan teknologi pendidikan tidak hanya tersedia di sekolah, tetapi juga benar-benar digunakan untuk menunjang pembelajaran.

“Peninjauan ini kita lakukan untuk mengecek secara langsung sejauh mana PID ini benar-benar dimanfaatkan oleh pihak sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran,” ujar Erwin.

Dari hasil pemantauan, penggunaan PID mendapat tanggapan positif dari guru dan siswa. Perangkat tersebut dinilai membantu penyampaian materi melalui tampilan visual dan fitur interaktif sehingga siswa lebih mudah mengikuti pelajaran yang diberikan di kelas.

Erwin mengaku senang melihat antusiasme para siswa terhadap penggunaan teknologi tersebut. Menurutnya, respons positif dari peserta didik menjadi salah satu indikator bahwa pemanfaatan perangkat digital berpotensi mendukung peningkatan efektivitas pembelajaran.

“Alhamdulillah, respons anak-anak kita sangat senang. Mereka mengaku lebih cepat memahami dan menangkap pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kehadiran teknologi ini jelas sangat membantu efektivitas mengajar para guru di kelas,” ungkapnya.

Meski demikian, hasil peninjauan juga memperlihatkan sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah. Dua hal yang menjadi sorotan ialah keamanan perangkat sekolah dan ketersediaan jaringan internet yang memadai untuk mendukung penggunaan teknologi digital secara berkelanjutan.

Terkait keamanan, Bupati menilai keberadaan perangkat elektronik bernilai tinggi perlu diimbangi dengan sistem pengamanan yang memadai. Kondisi gedung sekolah yang belum dilengkapi fasilitas pengamanan secara optimal berpotensi meningkatkan risiko terhadap aset pendidikan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Erwin meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong memprioritaskan kebutuhan tenaga penjaga sekolah. Ia menilai keberadaan petugas penjaga penting untuk membantu melindungi fasilitas, peralatan pembelajaran, dan inventaris milik sekolah.

“Ini menjadi PR bagi Dinas Pendidikan untuk menyiapkan minimal satu orang tenaga penjaga di tiap sekolah, mengingat banyaknya aset dan inventaris bernilai tinggi yang harus dijaga,” tegasnya.

Selain keamanan, keterbatasan akses internet juga menjadi tantangan dalam pemanfaatan PID. Di sejumlah kondisi, guru masih mengandalkan hotspot pribadi untuk memenuhi kebutuhan koneksi ketika jaringan Wi-Fi sekolah belum berfungsi secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen mencari solusi terhadap kendala tersebut, terutama bagi sekolah yang berada di wilayah terpencil dan mengalami keterbatasan jaringan komunikasi. Salah satu upaya yang direncanakan ialah menghadirkan fasilitas internet berbasis satelit agar proses pembelajaran digital dapat berjalan lebih baik.

Langkah ini diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan perangkat teknologi tidak terhambat oleh keterbatasan konektivitas. Ketersediaan internet yang memadai juga diperlukan agar guru dapat memaksimalkan penggunaan materi pembelajaran digital sesuai kebutuhan siswa.

Berdasarkan data alokasi bantuan tahun 2025, sebanyak 740 satuan pendidikan di Kabupaten Parigi Moutong menerima bantuan Papan Interaktif Digital. Bantuan tersebut mencakup 425 Sekolah Dasar (SD), 115 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 200 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Jumlah penerima tersebut menunjukkan luasnya cakupan program digitalisasi pendidikan di Parigi Moutong. Karena itu, pemerintah daerah perlu memastikan perangkat yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, disertai dukungan sumber daya manusia, keamanan fasilitas, dan infrastruktur jaringan yang sesuai.

Erwin berharap keberadaan PID dapat meningkatkan minat belajar siswa sekaligus membantu tenaga pendidik mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif. Ia juga menekankan pentingnya pemerataan manfaat program agar siswa di wilayah pelosok memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pembelajaran berbasis teknologi.

“Saya berharap program prioritas Bapak Presiden Prabowo ini memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu pendidikan di Parimo. Kita ingin anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan daerah,” pungkasnya.

Melalui evaluasi langsung di sekolah, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berupaya memastikan bahwa digitalisasi pendidikan tidak berhenti pada penyaluran perangkat, tetapi diikuti dengan penyelesaian kendala di lapangan sehingga teknologi dapat memberikan manfaat nyata bagi guru dan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *