Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
Parigi Moutong

Masuk Enam Besar IPRO, Parimo Buka Peluang Investasi Peternakan Sapi Perah

×

Masuk Enam Besar IPRO, Parimo Buka Peluang Investasi Peternakan Sapi Perah

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, berpeluang mengembangkan investasi peternakan sapi perah terintegrasi setelah proyek tersebut masuk dalam enam besar proyek yang mendapat kesempatan dipresentasikan dalam proses kurasi Investment Project to Offer (IPRO). Peluang itu dipaparkan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, dalam pertemuan daring bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Bank Indonesia, Jumat (9/10/2026).

Presentasi berlangsung melalui Zoom Meeting dari Ruang Gawalise, lantai 3 Swiss-Belhotel. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan penilaian proyek investasi daerah sebelum diperkenalkan lebih luas kepada calon investor melalui Forum Investasi Nasional (FIN).

Dalam proses pengajuan IPRO, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong sebelumnya mengusulkan dua proyek unggulan, yakni pengembangan kelapa dalam dan peternakan sapi perah terintegrasi. Dari kedua usulan tersebut, proyek peternakan sapi perah berhasil masuk enam besar dan memperoleh kesempatan untuk dipresentasikan dalam tahapan kurasi.

Parigi Moutong menjadi perwakilan Sulawesi Tengah dalam agenda tersebut bersama lima wilayah lainnya, yaitu Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Keikutsertaan ini membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi ekonomi lokal sekaligus menjaring mitra usaha yang berminat mengembangkan sektor peternakan.

Dalam pemaparannya, Erwin Burase menjelaskan bahwa rencana pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi diarahkan ke wilayah Kecamatan Parigi Selatan, Torue, hingga Sausu. Kawasan tersebut memiliki potensi lahan sekitar 35.157 hektare yang dapat dikaji lebih lanjut untuk mendukung pengembangan usaha peternakan.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah merencanakan pembangunan peternakan percontohan dengan luas kurang lebih empat hektare. Tahap awal ini diharapkan menjadi dasar untuk menguji kesiapan pengembangan usaha, sekaligus membuka jalan bagi investasi dengan skala yang lebih besar sesuai hasil kajian dan kebutuhan proyek.

Selain ketersediaan lahan, pemerintah daerah juga memaparkan peluang pasar yang dapat mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi perah. Kebutuhan susu diproyeksikan berasal dari berbagai segmen, termasuk 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kabupaten Parigi Moutong serta kebutuhan program pemenuhan gizi daerah.

Potensi pasar lainnya mencakup hotel dan restoran di kawasan Palu hingga Teluk Tomini. Selain itu, industri pengolahan susu nasional yang membutuhkan pasokan bahan baku dari luar Pulau Jawa juga menjadi salah satu peluang yang dapat dijajaki dalam pengembangan proyek tersebut.

Dengan dukungan pasar yang beragam, proyek peternakan sapi perah terintegrasi diharapkan tidak hanya berorientasi pada produksi susu, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru dan mendorong pertumbuhan sektor peternakan di daerah.

Bupati Erwin Burase turut menegaskan pentingnya kepastian lahan dalam mendukung realisasi investasi. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyatakan siap membantu penanganan persoalan pertanahan yang mungkin muncul, termasuk memfasilitasi penyelesaian persoalan dengan masyarakat sebelum pembangunan oleh investor dimulai.

Kepastian tersebut menjadi salah satu aspek penting untuk membangun kepercayaan calon investor. Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan proses persiapan proyek berjalan sesuai ketentuan, dengan tetap memperhatikan hak masyarakat dan kejelasan status lahan yang akan digunakan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Parigi Moutong, Moko Ariyanto, menjelaskan bahwa presentasi proyek merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Forum Investasi Nasional.

Dalam forum tersebut, Kabupaten Parigi Moutong juga dijadwalkan mendapat kesempatan membuka stan untuk memperkenalkan proyek peternakan sapi perah terintegrasi kepada calon investor. Fasilitas promosi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi mengenai peluang investasi yang tersedia di daerah.

Kegiatan presentasi turut dihadiri Kepala Bappelitbangda, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan, jajaran DPMPTSP, Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPRP, Kepala Bagian Kerja Sama Kabupaten Parigi Moutong, serta Kepala Bidang DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah.

Melalui promosi proyek IPRO, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berupaya mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan investor. Pengembangan peternakan sapi perah terintegrasi diharapkan menjadi salah satu pilihan investasi yang mampu mengoptimalkan sumber daya lokal, memperkuat sektor peternakan, membuka peluang ekonomi, dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *