Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
Parigi Moutong

Bupati Erwin Burase Hadiri Pengukuhan Kadin Sulteng, Perkuat Peluang Investasi Daerah

×

Bupati Erwin Burase Hadiri Pengukuhan Kadin Sulteng, Perkuat Peluang Investasi Daerah

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dan kalangan pengusaha menjadi salah satu peluang strategis untuk memperluas pasar produk unggulan serta mendorong investasi di Kabupaten Parigi Moutong. Hal tersebut sejalan dengan kehadiran Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tengah masa bakti 2026–2031 di Lapangan Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Kota Palu, Rabu (16/9/2026) malam.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan pengambilan sumpah jabatan itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran pengurus baru untuk memperkuat peran organisasi dalam menghubungkan pelaku usaha, memperluas kesempatan investasi, dan meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian daerah.

Bagi Kabupaten Parigi Moutong, keterlibatan dalam agenda tersebut membuka ruang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan dunia usaha. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai produk unggulan lokal dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kemitraan usaha dan perluasan jaringan pemasaran.

Ketua Kadin Sulawesi Tengah terpilih periode 2026–2031, Gufran Ahmad, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus menjadi wadah bersama bagi seluruh pelaku usaha, baik usaha mikro maupun perusahaan berskala besar.

Ia menekankan pentingnya memberikan kesempatan yang lebih luas kepada pengusaha lokal agar dapat terlibat langsung dalam perkembangan ekonomi daerah, termasuk dalam rantai pasok industri dan akses pasar yang lebih kompetitif.

“Kita ingin pengusaha lokal menjadi bagian dari pertumbuhan, bukan hanya menjadi penonton atau cadangan. Pengusaha lokal harus masuk ke dalam rantai pasok industri, memperoleh akses pasar, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing,” ujar Gufran.

Menurutnya, keberhasilan kepengurusan Kadin tidak cukup diukur melalui kegiatan organisasi semata. Hasil kerja harus dapat dirasakan oleh pelaku usaha melalui terbukanya peluang bisnis, terciptanya lapangan kerja, serta meningkatnya keterlibatan UMKM dalam kegiatan ekonomi.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai Sulawesi Tengah memiliki beragam potensi yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi. Ia mengingatkan agar pengembangan usaha tidak hanya berorientasi pada sektor pertambangan dan hilirisasi nikel, tetapi juga memberikan perhatian terhadap sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan.

“Potensi daerah tidak hanya bertumpu pada nikel dan hilirisasi, tetapi juga sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan, seperti kelapa, durian, dan kakao. Manfaatkan jaringan nasional dan internasional untuk memperluas promosi investasi serta membuka akses pasar,” kata Anindya.

Ia juga mengingatkan seluruh pengurus Kadin yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi dengan berpegang pada tiga prinsip utama, yakni bermanfaat, berdampak, dan amanah. Prinsip tersebut diharapkan menjadi landasan dalam membangun kerja sama yang menghasilkan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat.

Dukungan terhadap penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pengusaha turut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido. Ia menyatakan pemerintah provinsi terbuka untuk bekerja sama dengan Kadin dalam mengembangkan sektor-sektor produktif yang berpotensi meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam pemaparannya, Reny menjelaskan sejumlah program strategis, termasuk target pencetakan 30.000 hektare sawah dengan dukungan teknologi pertanian modern. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas hasil panen dari sekitar 4 ton menjadi 12 ton per hektare.

Selain sektor pertanian, pemerintah provinsi juga menaruh perhatian pada komoditas perkebunan, khususnya durian yang memiliki potensi ekspor, serta pengembangan industri perikanan, termasuk rumput laut. Potensi tersebut diharapkan dapat menarik investasi sekaligus memperluas kesempatan usaha bagi masyarakat setempat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menegaskan keterbukaannya terhadap investor yang memenuhi ketentuan dan menjalankan kegiatan usaha sesuai peraturan. Sebagai bagian dari upaya memperluas pasar produk lokal, pemerintah provinsi turut mengumumkan rencana pertemuan 1.000 pelaku UMKM se-Sulawesi Tengah pada 28 September melalui gerakan “Berani Ekspor”.

Kepengurusan Kadin Sulawesi Tengah periode 2026–2031 yang dilantik terdiri atas satu ketua, lima bidang utama, 19 wakil ketua, dan 55 anggota komite. Susunan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi organisasi serta memperluas jangkauan pelayanan kepada pelaku usaha di berbagai sektor.

Bagi Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, momentum pergantian kepengurusan Kadin ini menjadi kesempatan untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan program pengembangan dunia usaha. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk unggulan Parimo ke pasar yang lebih luas, membuka peluang investasi, memperkuat UMKM, serta mendorong penciptaan lapangan kerja.

Dengan dukungan jejaring usaha di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional, potensi daerah diharapkan tidak hanya menjadi komoditas yang diproduksi, tetapi juga mampu berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang memberikan nilai tambah dan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *