Scroll untuk baca artikel
Example 500x400
Example floating
Example floating
banner 970x250
Parigi Moutong

KSB Torue Dikukuhkan, Masyarakat Diperkuat Hadapi Ancaman Bencana

×

KSB Torue Dikukuhkan, Masyarakat Diperkuat Hadapi Ancaman Bencana

Sebarkan artikel ini

PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Kesiapan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Karena itu, penguatan kemampuan warga melalui Kampung Siaga Bencana (KSB) terus didorong, termasuk di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (22/8/2026.

Sebanyak 60 warga dari tujuh desa di wilayah tersebut resmi dikukuhkan sebagai anggota KSB Kecamatan Torue. Pengukuhan dilakukan oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dan dirangkaikan dengan penutupan Uji Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana yang berlangsung di Kantor Kecamatan Torue.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Sosial Republik Indonesia membangun kesiapsiagaan berbasis masyarakat. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong bersama Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Sosial RI.

Tidak hanya menerima pengukuhan, para anggota KSB juga mengikuti rangkaian simulasi untuk menguji kesiapan menghadapi situasi darurat. Materi yang diberikan mencakup sejumlah tahapan penting dalam penanganan bencana, mulai dari menentukan jalur evakuasi hingga mengevakuasi korban dari wilayah berbahaya.

Peserta juga dilatih melakukan penyisiran pada zona yang berpotensi membahayakan, memberikan pertolongan awal kepada korban, serta memahami mekanisme pemindahan dan penyerahan korban kepada pihak yang menangani lebih lanjut.

Dukungan terhadap pembentukan KSB Torue turut diperkuat melalui bantuan pemerintah pusat. Perwakilan Direktorat PSKB Kementerian Sosial RI, Tarwan, secara simbolis menyerahkan bantuan senilai Rp148.448.765 kepada Bupati Parigi Moutong.

Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung operasional pembentukan Kampung Siaga Bencana sekaligus penguatan Lumbung Sosial di Kecamatan Torue. Keberadaan kedua fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan awal ketika terjadi kondisi darurat.

Bupati Erwin Burase mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup hanya dibangun setelah bencana terjadi, tetapi perlu dipersiapkan sejak masyarakat berada dalam kondisi normal.

“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang telah mengambil bagian dalam kegiatan ini. KSB menjadi bagian penting untuk membangun masyarakat yang lebih siap ketika menghadapi potensi bencana,” kata Erwin.

Ia menilai keberadaan anggota KSB di tingkat kecamatan dan desa dapat mempercepat respons awal sebelum bantuan dari berbagai unsur tiba di lokasi. Masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah terdampak dinilai memiliki peran strategis dalam melakukan tindakan awal secara terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Erwin juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Kementerian Sosial terhadap Kabupaten Parigi Moutong. Ia mengatakan sejumlah usulan yang sebelumnya disampaikan kepada pemerintah pusat mulai mendapatkan tindak lanjut.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah ditetapkannya Parigi Moutong sebagai satu dari tiga daerah di Sulawesi Tengah yang memperoleh pembangunan Sekolah Rakyat.

“Dukungan dari Kementerian Sosial untuk daerah ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri. Berbagai usulan yang telah kami sampaikan melalui beberapa kunjungan akhirnya mendapatkan perhatian dan tindak lanjut,” ujarnya.

Menurut Erwin, dukungan pemerintah pusat harus diimbangi dengan keseriusan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjalankan setiap program. Terlebih, program kebencanaan membutuhkan keterlibatan banyak unsur agar mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.

Kepada 60 anggota KSB yang baru dikukuhkan, ia meminta agar tanggung jawab tersebut tidak sekadar dipandang sebagai tugas seremonial. Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing dan membantu masyarakat ketika menghadapi keadaan darurat.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota KSB Kecamatan Torue. Jalankan amanah ini dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Jadilah garda terdepan yang hadir membantu masyarakat ketika bencana terjadi,” tegas Erwin.

Penguatan KSB di Kecamatan Torue diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan dan pengukuhan. Kemampuan yang telah diperoleh melalui simulasi perlu terus dipelihara melalui latihan, koordinasi dan kesiapan peralatan.

Dengan pola kesiapsiagaan yang melibatkan masyarakat secara langsung, Kecamatan Torue diharapkan memiliki sistem respons awal yang lebih terorganisasi. Ketika bencana terjadi, warga tidak hanya menjadi pihak yang menerima bantuan, tetapi juga mampu mengambil langkah penyelamatan secara cepat dan tepat.

Keberadaan KSB sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana, dengan mengedepankan keselamatan, koordinasi dan kepedulian bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *