PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Kepastian tempat tinggal bagi warga yang masih bertahan di pengungsian menjadi salah satu perhatian Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, saat mengunjungi wilayah terdampak banjir di Kecamatan Toribulu, Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau kondisi masyarakat, menyerahkan bantuan kebutuhan pokok, serta memastikan langkah penanganan bagi warga yang belum memiliki hunian layak.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian ialah Desa Sibalago. Di desa tersebut, masih ada delapan kepala keluarga (KK) yang bertahan di tempat pengungsian akibat bencana banjir pada 2024. Kondisi mereka menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama terkait kebutuhan tempat tinggal, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari.
Saat berdialog dengan warga, Erwin memperoleh informasi bahwa sebagian tenda pengungsian digunakan bersama oleh lebih dari satu keluarga. Ia juga menerima laporan mengenai warga yang sedang sakit dan membutuhkan perhatian dalam pelayanan kesehatan. Kondisi itu memperkuat pentingnya penanganan yang tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada penyediaan tempat tinggal yang lebih layak.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah direncanakan membantu pembangunan rumah permanen bagi warga yang masih berada di pengungsian. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong telah menyiapkan anggaran untuk pembebasan lahan berukuran 37 x 40 meter sebagai lokasi pembangunan hunian tersebut.
Erwin mengatakan, rencana pembangunan rumah permanen itu akan ditindaklanjuti melalui tahapan yang diperlukan, termasuk proses tender, agar pelaksanaannya dapat segera berjalan.
“Pemerintah provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan sehingga masyarakat yang masih berada di pengungsian bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan hunian permanen diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat yang telah menjalani kehidupan di pengungsian selama kurang lebih dua tahun. Pemerintah ingin memastikan warga memperoleh tempat tinggal yang lebih aman sehingga dapat kembali menata kehidupan dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Selain meninjau kondisi pengungsi, Bupati Erwin Burase juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Tomoli Utara. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat pascabencana.
Banjir yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026 berdampak terhadap 191 KK yang tersebar di enam desa di Kecamatan Toribulu. Berdasarkan hasil pendataan, jumlah warga terdampak meliputi 70 KK di Desa Tomoli Utara, 35 KK di Toribulu Selatan, 30 KK di Singura, 25 KK di Sibalago, 15 KK di Sienjo, serta 16 KK di Tomoli Selatan.
Dalam peninjauan tersebut, Erwin menyebut tingginya curah hujan di wilayah Parigi hingga Kasimbar sebagai salah satu faktor yang memicu terjadinya banjir berulang. Ia meminta agar kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, sehingga penanganan tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi.
“Banjir di wilayah kita terjadi berulang-ulang. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi dan masyarakat tidak menjadi korban,” ujar Erwin.
Ia menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk segera memeriksa titik-titik yang berpotensi menjadi penyebab banjir. Identifikasi tersebut diperlukan agar pemerintah dapat menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
“Ini saya minta kepada OPD teknis, Badan Bencana dan juga PU untuk melihat masalahnya, mengantisipasi dari awal agar kejadian banjir ini tidak terjadi berulang-ulang,” katanya.
Bupati menegaskan, upaya mengurangi risiko bencana harus dilakukan sejak dini melalui identifikasi persoalan, mitigasi, dan koordinasi antarlembaga. Dengan demikian, penanganan tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan ketika bencana terjadi, tetapi juga pada upaya mencegah dampak yang lebih besar pada masa mendatang.
Dalam rangkaian peninjauan itu, pemerintah turut menyerahkan bantuan berupa tenda dan sarung serta menyediakan mesin pompa air untuk mendukung kebutuhan air bersih masyarakat. Kondisi kebersihan lingkungan dan kesehatan warga di lokasi pengungsian juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam penanganan pascabencana.
Erwin mengingatkan bahwa masyarakat di wilayah terdampak membutuhkan dukungan berkelanjutan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan perempuan. Ia menekankan pentingnya memastikan keselamatan kelompok tersebut ketika bencana terjadi, sekaligus memperkuat edukasi kebencanaan agar masyarakat memahami langkah yang harus dilakukan dalam situasi darurat.
Selain ancaman banjir, masyarakat juga diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Menurut Erwin, kondisi cuaca di Parigi Moutong tidak selalu sama ant wilayah. Sebagian daerah menghadapi curah hujan tinggi, sementara wilayah lainnya mengalami kekurangan air bersih akibat kondisi kering.
Perbedaan kondisi tersebut, lanjutnya, memerlukan penanganan yang disesuaikan dengan risiko di setiap wilayah. Edukasi mengenai mitigasi bencana juga perlu diperluas hingga ke lingkungan sekolah agar anak-anak memiliki pemahaman dasar tentang keselamatan dan kesiapsiagaan.
Pada kesempatan itu, Erwin menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari relawan, petugas BPBD, pemerintah desa, camat beserta jajaran, hingga masyarakat yang turut membantu warga terdampak.
Ia berharap koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan seluruh unsur terkait dapat mempercepat pemulihan masyarakat. Secara khusus, penyediaan hunian permanen bagi warga Sibalago diharapkan segera terealisasi sehingga mereka tidak lagi harus bertahan di pengungsian dan dapat menjalani kehidupan di tempat yang lebih aman serta layak.














