PARIGI MOUTONG, NOTEZA.ID – Pengembangan seni Islami diharapkan terus menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai keagamaan, membentuk karakter generasi muda, dan menjaga kebudayaan di Kabupaten Parigi Moutong. Harapan tersebut mengemuka dalam penutupan Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Budaya Hasan Basuan, Kelurahan Masigi, Sabtu malam (17/10/2026).
Festival yang mempertemukan para peserta seni qasidah tersebut secara resmi ditutup oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong, H. Marzuk Hululo, S.E., yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan pada kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival, mulai dari panitia pelaksana, pengurus Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI), pembina, pelatih, dewan juri, hingga pihak-pihak lain yang berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
Pemerintah daerah menilai festival seni dan qasidah memiliki arti penting dalam menjaga keberlangsungan kesenian bernuansa Islami sekaligus memperluas ruang bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk mengembangkan bakat dan kreativitas.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempertemukan unsur seni dan nilai keagamaan dalam bentuk pertunjukan yang mengandung pesan moral serta ajakan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Dalam sambutan tersebut, Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa festival seni dan qasidah tidak semestinya dipandang hanya sebagai perlombaan untuk menentukan peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini dapat menjadi media dakwah yang menyampaikan nilai-nilai Islam melalui syair, lantunan musik, dan pesan-pesan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Melalui seni qasidah, masyarakat diharapkan dapat semakin mengenal dan menghayati pesan keagamaan yang mendorong tumbuhnya keimanan, akhlak mulia, serta sikap saling menghormati.
Nilai-nilai tersebut juga dinilai penting untuk membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Seni Islami dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Festival ini diharapkan berkembang menjadi bagian dari pembinaan seni, kebudayaan, dan kehidupan keagamaan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dengan pembinaan yang terarah, seni qasidah diharapkan tetap berkembang dan mampu menarik minat generasi muda untuk terlibat aktif dalam kegiatan positif yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada generasi muda yang mengikuti festival. Bupati mengajak para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan, memperluas pengalaman, dan mengembangkan kreativitas agar seni qasidah dapat terus tumbuh di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam seni Islami merupakan salah satu cara untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kecintaan terhadap kebudayaan yang bernilai positif.
Kepada peserta yang berhasil meraih prestasi, Bupati menyampaikan ucapan selamat atas pencapaian yang diperoleh. Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas penampilan dalam kesempatan berikutnya.
Sementara itu, peserta yang belum berhasil meraih juara diingatkan agar tidak kehilangan semangat. Pengalaman selama mengikuti festival dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi selanjutnya.
Dalam sebuah perlombaan, lanjutnya, kemenangan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses belajar, semangat berkompetisi secara sehat, kedisiplinan, serta kemampuan menghargai peserta lain juga merupakan bagian penting dari pembentukan karakter.
Menjelang penutupan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap pesan-pesan kebaikan yang disampaikan melalui seni qasidah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seni yang berpadu dengan nilai keagamaan diharapkan mampu memperkuat keimanan, menjaga kerukunan, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang damai dan penuh keberkahan.
Pelestarian seni Islami juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk lembaga pembinaan seni, para pelatih, keluarga, komunitas keagamaan, dan pemerintah daerah. Dukungan tersebut diperlukan agar potensi peserta dapat terus dikembangkan dan kegiatan seni qasidah tetap mendapat tempat di tengah masyarakat.
Dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, H. Marzuk Hululo, S.E., yang mewakili Bupati Parigi Moutong, secara resmi menutup Festival Seni dan Qasidah Tingkat Kabupaten Parigi Moutong Tahun 2026.
Penutupan tersebut diharapkan menjadi awal bagi penguatan pembinaan seni Islami yang lebih berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan mampu membawa pesan-pesan kebaikan melalui seni dan kebudayaan.














