PARIGI, NOTEZA – Riuh sorak-sorai suporter, ketegangan pertandingan, hingga penampilan kreatif para pelajar mewarnai penyelenggaraan perdana Axis School Fest 2026 di Lapangan Futsal Toraranga, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan yang digagas Milanisti Indonesia Basis Parigi ini menghadirkan ruang bagi pelajar untuk menyalurkan bakat, mengembangkan kreativitas, sekaligus mempererat kebersamaan antarsekolah.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Parigi Moutong pada acara penutupan, sabtu (17/10/26).
Inisiatif penyelenggara dinilai patut diapresiasi karena mampu memadukan olahraga dan kreativitas dalam satu kegiatan yang melibatkan generasi muda.
Penyelenggaraan Axis School Fest 2026 menjadi gambaran bahwa kompetisi olahraga dapat dikemas secara lebih luas dan menarik. Tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar juara, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni, membangun solidaritas, serta menciptakan interaksi positif di luar lingkungan sekolah.
Bagi perkembangan futsal di daerah, kehadiran turnamen antarpelajar seperti ini memiliki arti penting. Kompetisi menjadi salah satu sarana untuk mengenali potensi atlet muda sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah sejak usia sekolah.
Inisiatif Milanisti Indonesia Basis Parigi juga menunjukkan bahwa pengembangan olahraga tidak hanya bergantung pada sekolah dan organisasi olahraga, tetapi dapat tumbuh melalui keterlibatan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap generasi muda.
Semarak Axis School Fest 2026 semakin terasa ketika partai final futsal mempertemukan Notesa SMAN 1 Ampibabo dan SMAN 1 Parigi, sabtu (17/10/2026) malam. Pertandingan berlangsung sengit dan menghadirkan drama comeback yang membuat penonton terpukau.
SMAN 1 Parigi sempat unggul dua gol lebih dahulu. Namun, Notesa SMAN 1 Ampibabo tidak menyerah. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan hingga mereka berhasil membalikkan keadaan dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-2.
Peluit akhir pertandingan langsung disambut kegembiraan para pemain dan suporter Notesa. Sejumlah pendukung berhamburan ke lapangan untuk merayakan kemenangan tim kebanggaan mereka, sementara sorak-sorai terdengar dari tribun penonton.
Momen tersebut menjadi gambaran semangat kompetisi yang hidup di kalangan pelajar. Di balik pertandingan yang menegangkan, tersimpan pelajaran tentang perjuangan, kekompakan, dan keyakinan untuk terus berusaha hingga kesempatan terakhir.
Kemenangan itu mengantarkan Notesa SMAN 1 Ampibabo menjadi juara pertama pada penyelenggaraan perdana Axis School Fest 2026. SMAN 1 Parigi menempati posisi kedua, disusul SMK Negeri 1 Parigi Selatan di posisi ketiga dan SMA Negeri 1 Sausu di posisi keempat.
Tidak hanya menyuguhkan persaingan di lapangan futsal, Axis School Fest 2026 juga memberikan panggung bagi pelajar yang memiliki bakat di bidang seni melalui kompetisi tari atau dance competition.
Glow C. Street Dance dari SMAN 1 Parigi berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Andalisa Velvet Dance Crew dari SMA Negeri 1 Parigi Barat, sedangkan Black Venom dari SMA Negeri 1 Torue meraih juara ketiga.
Kehadiran kompetisi tari memperlihatkan bahwa potensi pelajar tidak hanya terbatas pada kemampuan olahraga. Ada bakat dan kreativitas lain yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, berkembang, dan memperoleh apresiasi.
Perpaduan futsal dan kompetisi tari tersebut menjadi salah satu nilai tambah Axis School Fest 2026. Para pelajar tidak hanya datang untuk mendukung tim sekolah masing-masing, tetapi juga dapat menyaksikan dan mengapresiasi kemampuan teman sebaya dalam bidang yang berbeda.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari dukungan para suporter yang turut memeriahkan jalannya kegiatan. Dalam kategori penghargaan suporter, Ultras SMANTO meraih posisi pertama, disusul Ultras SMANGGI di posisi kedua dan Ultras Parigi di posisi ketiga.
Panitia turut memberikan penghargaan individu kepada para pemain yang menunjukkan penampilan menonjol selama turnamen. Maruf dari SMA Negeri 1 Parigi Selatan meraih penghargaan Best Keeper, Faurul dari SMA Negeri 1 Parigi memperoleh gelar Best Player, sedangkan Ardika dari SMA Negeri 1 Sausu dinobatkan sebagai Top Score dengan torehan 15 gol.
Rangkaian penghargaan tersebut melengkapi semarak penyelenggaraan Axis School Fest 2026 yang mempertemukan persaingan olahraga, ekspresi seni, dan dukungan suporter dalam satu kegiatan.
Apresiasi Plt. Ketua Afkab Parigi Moutong terhadap penyelenggara diharapkan menjadi dorongan untuk menghadirkan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Dengan dukungan komunitas, sekolah, organisasi olahraga, dan berbagai pihak terkait, kegiatan antarpelajar berpotensi menjadi bagian dari pembinaan atlet muda sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda di daerah.
Melalui Axis School Fest 2026, olahraga dan kreativitas menjadi dua kekuatan yang bertemu untuk merayakan potensi generasi muda Parigi Moutong.














