border="0"

Program Pembatik Mendapat Pendampingan Dari Dinas Pariwisata Banggai

Dinas Pariwisata mengambil langkah pembinaan pada pengrajin batik agar mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai permintaan pangsa pasar.

NOTEZA.ID BANGGAI – Guna menjaga warisan budaya serta melestarikan hasil tenun khas masyarakat Kabupaten banggai,pihak Dinas Pariwisata mengambil langkah pembinaan pada pengrajin batik agar mendapatkan hasil yang lebih baik sesuai permintaan pangsa pasar.dalam menjaga ini semua harus di lakukan pemantauan, Di saat ini kabupaten Banggai kaya akan warisan budaya, Kepala Dinas Pariwisata, Ismed M.Wardhana,S.STP.,M.Si. telah mengambil inisiatif untuk melestarikan dan mengembangkan seni membatik melalui program pelatihan membatik khas lokal.

Program ini dirancang khusus untuk memberdayakan masyarakat lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada wisatawan.pada saat mengunjungi obyek wisata yang ada di banggai.

banner 970x250

Makanya dalam melakukan Pelatihan ini berlangsung selama beberapa minggu, dengan peserta yang terdiri dari pelaku usaha home industri, mulai dari ibu rumah tangga, hingga pengrajin muda.

Setiap peserta diberi kesempatan untuk mempelajari teknik membatik tradisional( batik tulis dan batik cap ) yang diwariskan dari generasi ke generasi, termasuk cara membuat pola, pewarnaan alami, hingga proses akhir yang menghasilkan kain batik yang indah.

Instruktur yang berpengalaman memandu para peserta dengan sabar, memberikan pengetahuan mendalam tentang filosofi di balik setiap motif batik yang dibuat. Mereka juga diajak untuk berkreasi dan mengembangkan desain baru yang tetap mengakar pada tradisi, namun relevan dengan zaman sekarang,”pintahnya

Tidak hanya aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pentingnya membatik sebagai bagian dari identitas budaya lokal yang perlu dijaga dan dihormati. Para peserta untuk menghargai proses yang telaten dan kesabaran yang dibutuhkan dalam setiap langkah membatik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan rasa cinta mereka terhadap warisan budaya lokal.

Melalui program ini, Dinas Pariwisata Kabupaten Banggai berharap tidak hanya mampu melestarikan seni membatik, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Kain batik hasil karya peserta pelatihan dipromosikan dan dijual juga di berbagai acara pameran dan festival, menarik minat wisatawan dan pembeli potensial dari berbagai daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan cinta terhadap budaya, pelatihan membatik khas lokal ini menjadi langkah nyata dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah, serta memberikan kontribusi positif bagi pariwisata dan perekonomian lokal,” pungkas Kadis Pariwisata.