border="0"

DiskopUKM Parigi Moutong Gelar Coaching Clinic untuk Dorong Inovasi dan Kualitas Produk Lokal

Kegiatan Coaching Clinic untuk Dorong Inovasi dan Kualitas Produk Lokal yang di selenggarakan oleh DiskopUKM Parigi Moutong. FOTO : Boby Monareh

Noteza.id Dalam rangka mendukung pertumbuhan serta meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Parigi Moutong, DiskopUKM Parigi Moutong menggelar sebuah acara yang bertujuan untuk menginspirasi dan memberikan arahan kepada pelaku UMKM: Coaching Clinic. Acara ini berhasil menarik perhatian lebih dari 100 pelaku UMKM yang bersemangat untuk meningkatkan kualitas produk dan strategi pemasaran mereka.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden yang tertuang dalam Inpres Nomor 2 Tahun 2022 yang mendorong penggunaan produk dalam negeri. Salah satu komitmen tersebut adalah alokasi anggaran belanja barang dan jasa kementerian lembaga sebesar minimal 40% untuk produk-produk UMKM dan kooperasi dalam negeri. Pemerintah juga menargetkan belanja tahunan dari APBN dan APBD sebesar 400 triliun untuk produk dalam negeri, dengan prioritas pada produk UMKM, usaha kecil, dan koperasi.

banner 970x250

Langkah-langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri. Pelaku UMKM didorong untuk terus berbenah diri dengan meningkatkan kualitas produk, efisiensi biaya produksi, serta menggunakan manajemen berbasis IT guna memudahkan pengelolaan dan pemasaran produk secara efektif dan efisien di era digital saat ini.

Pj Bupati Parigi Moutong, Richard A. Djanggola, dalam sambutannya, menekankan pentingnya memahami pangsa pasar dan menjaga kualitas produk sebagai kunci kesuksesan dalam dunia bisnis. Selain itu, Richard A. Djanggola, juga menyoroti pentingnya kerjasama antara pelaku UMKM dengan petani lokal untuk mendapatkan bahan baku berkualitas dan meningkatkan nilai ekonomi di wilayah tersebut.

Pj Bupati juga menyampaikan, pelaku usaha membutuhkan pelatihan keterampilan dan pendampingan mengurus sejumlah persyaratan dari Dinas teknis seperti DiskopUKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan bahkan BUMN.

“Seperti Sertifikat Halal, PIRT, NIB agar produknya lebih leluasa masuk pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DiskopUKM Parigi Moutong, Sofiana, menegaskan bahwa pelaku UMKM harus berupaya untuk naik kelas dengan memperhatikan kualitas produk yang dihasilkan, berdasarkan data, UMKM yang ada di Parigi Moutong berjumlah 24.951 yang tersebar di 23 kecamatan dan 178 desa serta lima kelurahan. Acara Coaching Clinic ini juga didukung oleh berbagai pemateri yang ahli di bidangnya, termasuk perwakilan dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Rumah BUMN Parigi Moutong, Kemenag, BPJS Ketenaga Kerjaan, Baznas, dan Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Kota Palu.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta dan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait, acara Coaching Clinic DiskopUKM Parigi Moutong diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam memajukan sektor UMKM di wilayah tersebut.