border="0"

Terpilih Aklamasi, Faisan Badja Kembali Pimpin KONI Parigi Moutong 2022-2026

Wabup Parigi Moutong, Badrun Nggai bersama Ketua KONI Parigi Moutong, Faisa Badja. FOTO : Arki Hipnotiez/Humas KONI

Noteza.id – Faisan Badja kembali terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) periode 2022-2026.

Faisan Badja terpilih secara Aklamasi melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (MUSORKAB) III Kabupaten Parigi Moutong yang diselenggarakan di Hotel New Oktaria Parigi, Sabtu (20/08/2022).

banner 970x250

Faisan mendapat dukungan penuh dari semua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Cabang Olahraga (Cabor) yang tergabung di KONI Kabupaten Parigi Moutong.

“Salam Olah Raga!!! Terimah Kasih Atas Kepercayaan & Dukungannya Semua Pengkab CABOR Kepada Saya Untuk Tetap Menakodai KONI Parigi Moutong Periode 2022-2026 Secara Aklamasi.PAKAROSO,” tulis Faisan di akun Facebooknya.

Berikut Visi Misi terbaru Ketua Umum KONI Kabupaten Parigi Moutong Periode 2022-2026.

VISI:

Mewujudkan KONI Kabupaten Parigi Moutong Sebagai Organisasi Yang Mandiri, Berkualitas, Profesional, Transparan dan Fokus pada peningkatan prestasi di berbagai multi event.

MISI:

• Membangun olahraga yang berlandaskan prinsip hukum dan aturan yang berlaku.

• Bersinergi dengan Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat dalam memajukan olahraga di Kabupaten Parigi Moutong.

• Membuka ruang seluas-luasnya dengan berbagai kalangan dengan satu tujuan memajukan olahraga di Kabupaten Parigi Moutong.

• Meningkatkan Infrastruktur olahraga yang siap pakai dalam perhelatan kegiatan keolahragaan di Kabupaten Parigi Moutong.

• Meningkatkan Atlit-Atlit handal dan Berkualitas yang mengharumkan nama baik Kabupaten Parigi Moutong.

• Menggaungkan kegiatan Keolahragaan di Kabupaten Parigi Moutong kepada publik melalui berbagai Media informasi.

• Merencanakan program keolahragaan, membangun sistim manajemen administrasi dan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

• Memberikan bonus dan penghargaan bagi Atlit berprestasi, serta membentuk karakter bagi pelatih dan wasit/juri. (**)