Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the easy-watermark domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/notd4899/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Ketua TP-PKK Parigi Moutong Minta Camat dan Pemdes Proaktif Cegah Stunting

Ketua TP-PKK Parigi Moutong Minta Camat dan Pemdes Proaktif Cegah Stunting

Ketua TP-PKK Parigi Moutong, Noor Wachida Prihartini S. Tombolotutu. FOTO : Steven

Noteza.id – Sebagai upaya mendorong program pemda Kabupaten Parigi Moutong dalam menekan angka stunting, TP-PKK Parigi Moutong terus melakukan penyuluhan pencegahan stunting di tingkat kecamatan sampai ke desa-desa.

Penyuluhan stunting tersebut langsung dipimpin oleh ketua TP-PKK Parigi Moutong, Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu, bertempat di Gedung serbaguna Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong dengan menghadirkan peserta dari Desa Ogoalas. Kamis, (7/7/2022).

Pada acara itu, Noor Wachida mengimbau agar masyarakat di kecamatan dan desa setempat bekerja sama dalam mencegah stunting, khususnya ibu hamil dan bayi juga harus memahami pentingnya menjaga kesehatan semasa hamil dan saat melahirkan.

Berita Lain:  Sekda Zulfinasran Jadi Inspektur, Upacara HUT ke-76 Kemerdekaan RI di Parigi Moutong Berjalan Hikmat

Ia menjelaskan, hal yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil kata dan bayi adalah selalu memeriksakan kesehatan dan rajin melakukan penimbangan terhadap anak untuk mengetahui perkembangan kesehatan sehingga terhindar dari stunting.

Noor Wachida menyebut, pemerintah kecamatan maupun desa juga punya peran penting dalam program untuk pencegahan stunting di wilayahnya, sebab salah satu upaya mendorong pemerintah kabupaten dalam pencegahan stunting pemerintah kecamatan maupun desa terus mensosialisasikan pentingnya pencegahan stunting diseluruh masyarakat.

“Saya berharap kedepannya tidak ada lagi yang namanya pernikahan di bawah umur karena anak anak khususnya usia remaja ini merupakan generasi penerus yang seharusnya mendapatkan pendidikan yang baik dimasa usianya,” jelasnya.

Berita Lain:  Perayaan Idul Adha 1442 H, Dinas PUPRP Parigi Moutong Sembelih 3 Ekor Sapi

Boby Monareh