banner 970x250

Pekan Depan, Tim Penyusun Naskah Akademik 2 DOB Kunjungi Parigi Moutong

Pekan Depan, Tim Penyusun Naskah Akademik 2 DOB Kunjungi Parigi Moutong. FOTO : Prokopim Setda.

Noteza.id – Bupati Samsurizal Tombolotutu menggelar rapat beserta sejumlah pejabat jajaran Pemkab Parigi Moutong di rumah jabatannya, Jumat (20/5/2022).

Dalam pertemuan tersebut membahas persiapan yang berkaitan kunjungan tim penyusun naskah akademi Rancangan Undang-Undang (RUU) 2 calon Daerah Otonomi Baru (DOB), yakni Kabupaten Moutong dan Tomini Raya.

banner 970x250

Untuk persiapan kedatangan tim penyusun naskah akademik dan RUU 2 DOB, Bupati mengatakan, dalam rangka penjemputan nanti, perlu dibentuk tiga tim, hal ini bertujuan agar rombongan yang hadir dapat tercover dengan baik.

Secara detail, purnawirawan TNI AD itu menjelaskan agar tim yang sudah di bentuk dan ditugaskan untuk melakukan penjemputan harus sudah siap di tempat penjemputan yang dijadwalkan pada tanggal 22 Mei 2022 sore hari.

Selanjutnya tim pertama mendampingi gubernur saat penyambutan tamu, kemudian tim kedua langsung menuju ke kantor DPR Provinsi Sulteng, dan tim ketiga mendampingi tamu saat melakukan kunjungan ke universitas tadulako (Untad).

“Untuk tim yang sudah di bentuk oleh Bappeda saya harap dapat bekerja dengan baik, karena ini sudah di perintahkan langsung oleh mendagri,” tegas Bupati Samsurizal.

“Oleh karena itu saya berharap agar kegiatan ini berjalan dengan lancar dan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Zulfinasran membeberkan bahwa sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pada hari Senin 23 Mei 2022, tim penyusun Naskah Akademik RUU 2 DOB setelah tiba di wilayah calon DOB Kabupaten Tomini Raya dan Kabupaten Moutong, akan langsung menyusun naskah akademik.

Dia jelaskan, seluruh data yang dimasukkan dalam naskah akademik akan menjadi penentu kelayakan suatu daerah untuk dimekarkan. Sekda berharap semua pihak dapat mendukung secara maksimal demi kelancaran kegiatan itu.

“Hari Senin tim DOB sudah turun untuk menyusun naskah akademik dan juga rancangan undang-undang yang menjadi dasar layak atau tidak layaknya untuk mekarnya suatu daerah apa lagi ini melalui usulan inisiatif DPR RI, saya berharap kita dapat memaksimalkan seluruh rangkaian kegiatan ini,” tutupnya. (**)

Laporan : M. Taswan