Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the easy-watermark domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/notd4899/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Rusli Habibie Semangati Anak-Anak Agar Berani Disuntik Vaksin

Rusli Habibie Semangati Anak-Anak Agar Berani Disuntik Vaksin

Noteza.id | Gorontalo – Untuk memastikan percepatan pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun di Provinsi Gorontalo, Gubernur Rusli Habibie meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi untuk anak yang mulai di gelar di Kabupaten Boalemo, Sabtu (8/1/2022).

Dalam kesempatan tersebut, gubernur Rusli melihat secara dekat pelaksanaan vaksinasi. Bahkan, untuk mengetahui kondisi para siswa yang antri giliran mendapatkan vaksin, mantan bupati Gorontalo Utara itu berdialog dengan siswa siswi kelas 4, 5 dan 6 SD untuk mengetahui kondisi mereka sekaligus memberi semangat agar tidak takut divaksin.

Berita Lain:  Kemensos RI Melalui Dinas Sosial Gelar Rakor Pemantapan Pendamping Sosial PKH Di Parimo

“Coba mau jadi apa nanti? Tentara? Polisi? Dokter? Guru? Nah harus berani ya, agar tubuhnya sehat dan bisa belajar tatap muka lagi untuk menggapai cita cita kalian. Jangan takut, vaksin ini tidak berbahaya,” kata Rusli, dikutip dari gorontaloprov.go.id.

Terdapat lebih dari 10 siswa yang giliran mendapatkan vaksin yang didampingi gubernur. Jenis vaksin yang diberikan adalah berjenis Sinovac.

“Saya tanya ke mereka sakit tidak usai divaksin? Mereka serempak jawab, tidak. Saya senang sekali, bangga juga, mereka ini lebih berani dari kita orang dewasa. Mereka begitu dipanggil langsung kasih lengan disuruh suntik, tidak ada takut takutnya, ini yang saya syukuri,” tambah gubernur.

Berita Lain:  Bupati Samsurizal Minta OPD Berperan Aktif Sukseskan Harkannas

Gubernur pun berharap vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini bisa segera dilakukan oleh Kabupaten/ Kota lainnya. Syaratnya harus segera mencapai target di atas 60 persen untuk vaksinasi lansia.

Sementara itu beberapa anak ditemui usai divaksin mengaku tidak takut sama sekali. Hal ini dikatakan Riskal Abdullah siswa kelas 4 SDN 11 Botumoito, yang mengaku sejak awal ia berani untuk divaksin. Sama halnya dengan Sri Azmi Mogi dan Indriawati Adam, dua siswi SDN 8 Botumoito, yang usai divaksin mengaku tidak merasakan apapun.

Berita Lain:  Cooling System Pasca Pemilu 2024 Polres Morowali Gandeng Mahasiswa Gelar Jum'at Berbagi

“Ini tidak sakit, hanya disuntik saja. Saya berani biar bisa sekolah tatap muka,”ujar Riskal.

Untuk diketahui jenis vaksinasi kepada anak adalah sinovac untuk 2 dosis penyuntikan dengan jarak waktu 28 hari yang jumlahnya 0.5 mililiter. (BM)