border="0"

Laporkan Data PPKM ke Gubernur, Wabup Harap Parigi Moutong Turun Level

Noteza.id | Parigi Moutong – Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong H Badrun Nggai SE laporkan data Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 Kabupaten Parigi Moutong kepada Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Ir Faisal Mang MM secara virtual, Rabu (15/9/21).

Dari ruang kerja Bupati Parigi Moutong, Wabup Badrun dalam laporanya mengatakan, sejak diterbitkannya Intruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 41 tahun 2021 tentang PPKM Intruksi Gubernur Sulteng nomor 440/811/Dinkes Tentang PPKM level 3, 2 dan 1 serta mengoptimalkan Posko penanganan Covid-19 ditingkat Desa dan Kelurahan, maka untuk mengendalikan Penyebaran Covid-19, Wabup menerangkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pandemi Covid-19 Parigi Moutong melaksanakan kegiatan sebagai berikut :

banner 970x250

1. Kegiatan pengamanan dan penegakan hukum.

Dalam pelaksanaan kegiatan posko, gugus tugas percepatan penanganan darurat bencana Pandemi Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong telah melibatkan Polres, Kejaksaan Negeri, Kodim 1306 Parigi Moutong, Satpol PP,  dan Dishub Parigi Moutong dalam pelaksananaan pengamanan dan penegakkan hukum secara menyeluruh dan terkoordinasi antar instansi.

2. Kegiatan Pencegahan meliputi :

a. Pengaktifan Posko Perbatasan
b. Operasi Yustisi tentang Protokol kesehatan
c. Pembentukan Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 ditingkat Kecamatan, Desa dan Kelurahan di 23 Kecamatan 278 Desa dan 5 Kelurahan.
d. Sosialisasi dan Desiminasi penyebaran informasi Covid-19
e. Penyemprotan Desinfektan
f. Percepatan Pelaksanana Vaksinasi

3. Sub Langkah Langkah Kebijakan.

a.  Pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2020. Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 443.45/458/BPBD tanggal 23 Maret 2020.


b. Penetapan ruang isolasi penanganan penyakit infeksi emerging Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong (Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 368.45/551/BPBD tanggal 23 Maret 2020).


c. Penunjukkan juru bicara  percepatan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2020 (Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 368.45/552/BPBD tanggal 23 Maret 2020).


d.  Penetapan posko penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 443.45/724/BPBD tanggal 23 Maret 2020).


e. Penetapan uraian tugas struktur organisasi, sekretariat dan tata kerja pelaksanaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 (Keptusan Bupati Parigi Moutong nomor 836/1336/BPBD tanggal 27 Maret 2020).


f. Pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Desease (Covid-19) di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2020 (Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 368.45/553/BPBD tanggal 1 April 2020).


g. Pembentukan sekretariat gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong tahun 2020 (Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 443.45/752/BPBD  tanggal 1 April 2020).


h.  Melakukan pemeriksaan kartu vaksin (minimal vaksin dosis 1) dan hasil PCR (H-2) serta antigen (H-1) kepada pelintas yang masuk di wilayah Kabupaten Parigi Moutong di perbatasan Provinsi Sulawesi Tengah (Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 360.45/674/BPBD  taggal 30 April 2020).


i.  Penetapan lokasi pemakaman jenazah pasien korban Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong (Surat Keputusan Bupati Parigi Moutong nomor 368.45/675/BPBD tanggal 30 April 2020).
j. Mengeluarkan Surat Edaran tentang sistim kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam tatanan normal baru dilingkungan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Surat Edaran Bupati nomor 440/2147/BPBD tanggal 8 Juni 2020.


k. Mengeluarkan Surat Edaran tentang persyaratan perjalanan orang menggunakan alat transportasi umum dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 (Surat Edaran Bupati nomor 440/2147/BPBD tanggal 8 Juni 2020).

4. Kegiatan Penanganan.

a.  Menetapkan 3 Rumah Sakit rujukan yaitu RSUD Anuntaloko Parigi, RSUD Raja Tombolotutu Tinombo dan RSUD Bulue Nopoae Moutong.
b. Menyiapkan ruang isolasi bagi pasien yang reaktif
c.  Menyiapkan Lokasi Pemakaman bagi Pasien Covid-19.

5. Pemulihan dan Layanan Dasar

a. Survelence (Pengawasan)
b. Aturan/Protap
c. Dukungan kebutuhan dasar untuk informasi protap/penentuan kategori masyarakat terpapar (ODP, PDP, Positif, Sembuh dan Meninggal) Covid-19 oleh tim kesehatan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong.


d. Mengisi form bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Parigi Moutong dan pulang dari daerah berjangkitnya Covid-19 dalam waktu 14 hari terakhir.


e. Dengan pengisian format pemantauan yang bersangkutan akan membantu tim kesehatan dalam upaya antisipasi penularan Covid-19.


f.  Dengan adanya kepedulian masyarakat akan membantu tim kesehatan menjaga kemungkinan penularan kepada masyarakat.


g.  Atau langsung menghubungi Call Center 081219834501. 085399299758. 085340400030.


h. Tim kesehatan akan menanggapi laporan masyarakat yang sudah dianggap valid dan langsung ke rumah masyarakat yang melapor.


i. Pendistribusian logistik bahan pokok bagi masyarakat terpapar Covid-19.

5. Kegiatan pendukung percepatan penanganan Covid-19 di Parigi Moutong yaitu :
a. Kesekretariatan
b. Akuntabilitas dan Pengawasan
c. Humas (Jubir)
d. Pusdalops
e. Perencanaan, data dan analisis
f. Logistik
g. Administrasi dan Keuangan.

Wabup menjelaskan, adapun tren angka Covid-19 di Kabupaten Parigi Moutong semakin hari semakin menurun. Update data terakhir per 14 September 2021 Kasus Kumulatif 4433 kasus dan sembuh 4018 orang atau 96 Persen.

“Perlu kami laporkan, Kasus sembuh positif Covid di Parigi Moutong per 14 September 2021 sebanyak 4018 atau 96 Persen. Mudah mudahan Parigi Moutong turun level 2 atau 1,” ujar Wabup.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulteng, Faisal Mang mengatakan, sistem pelaporan penanganan Covid-19 harus secara berjenjang sampai ketingkat Desa dan Kelurahan serta menjadi perhatian Satgas Covid-19 pada masing-masing Kabupaten/Kota.

Faisal menambahkan, saat ini penurunan kasus Covid-19 sangat menggembirakan, tetapi hal itu belum dapat membuat semua berpuas diri, dan harus lebih ditingkatkan penanganannya sampai penularan Covid-19 di Sulteng benar-benar hilang.

“Tanggal 20 September 2021 nanti, kembali dilakukan penetapan level PPKM. Olehnya Kabupaten/Kota bersiap-siap untuk menerima keputusan level PPKM lagi, apakah meningkat, menurun atau masih bertahan di level yang ada,” tutupnya.

Boby Monareh
Satgas Covid-19 Parigi Moutong