border="0"

Kepala Perpusnas Sebut Parigi Moutong Beruntung Dipimpin Keturunan Tombolotutu

Kepala Perpustakaan Nasional Dr. Muhammad Syarif Bando, MM./Foto : Google Image

Noteza.id | Parigi Moutong – Raja Tombolotutu salah satu Raja yang mempunyai komitmen tinggi dalam menumpas penjajah Belanda.

Hal itu diungkpakan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Dr Muhammad Syarif Bando MM, saat memberikan sambutan pada acara verifikasi lapangan calon Pahlawan Nasional di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (19/8/2021).

banner 970x250

Syarif menuturkan, ada satu pesan moral yang akan menjadi tantangan sangat berat apabila Presiden Joko Widodo menyetujui Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional.

Tantangan itu kata Syarif, ialah komitmen dari sang Raja Tombolotutu bahwa ia tidak mau menentang perjanjian dengan Belanda, Tombolotutu tidak akan memberikan satu jengkal tanah dan satu gram tambang emas yang ada di Sulawesi Tengah untuk penjajah Belanda demi untuk masyarakatnya. 

Ia lantas mengakui bahwa warga masyarakat Kabupaten Parigi Moutong beruntung karena saat ini dipimpin oleh turunan Pahlawan Tombolotutu, yakni Bupati H Samsurizal Tombolotutu.

“Kita beruntung dipimpin oleh turunan Raja Tombolotutu, beliau selaku Bupati Parigi Moutong adalah Raja Samsurizal Tombolotutu. Sehingga tugas kami baik dari tim pengkaji Gelar Pahlawan Daerah maupun dari Pusat adalah memastikan bahwa setiap orang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional memang adalah orang orang yang telah berjuang pada masanya,” ujar Syarif Bando yang juga Ketua Tim Pengkajian Pengusulan Gelar Pahlawan (TP2GP) Nasional itu.

Tim Pengkajian Pengusulan Gelar Pahlawan (TP2GP) Nasional saat hadir di Rumah Raja Tombolotutu Tinombo./foto : Istimewa

Lanjut Syarif, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan, pertama adalah filosofi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang gelar Pahlawan Nasional menjadi sangat penting saat ini karena untuk menumbukan rasa Nasionalisme, untuk menumbuhkan perjuangan dan untuk betul betul memastikan bahwa persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak ada yang berani mencubit, dan garda terdepanya kata ia adalah TNI/Polri dan kekuatannya adalah seluruh masyarakat. 

Kedua kata ia, 120 tahun yang lalu Raja Tombolotutu mati dalam medan perang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1901 yang kemudian pada 17 Agustus 1945 Indonesia Merdeka. 

Maka kata ia, sudah menjadi hal yang penting dan wajar Tombolotutu menjadi Pahlawan Nasional karena berjasa untuk Negara Indonesia mati di medan perang melawan penjajah Belanda.

“Momentum kehadiran kami juga disini untuk mengenang jasa Pahlawan kita, ini bertepatan dengan hari kematiannya, dan sebuah perjuangan yang sangat heroik bahwa beliau Tombolotutu mati dalam perang melawan penjajah Belanda,” ucapnya, Jum’at (20/8/2021).

Boby Monareh
Diskominfo Parigi Moutong