banner 970x250

Varian Delta Lebih Ganas, Simak Penjelasan Tim Ahli Satgas Covid-19 Parigi Moutong

Ilustrasi varian Delta Covid-19 : Google Image

Noteza.id | Parigi Moutong – Tim Ahli Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong dr Muhammad Mansur SpPD menghawatirkan jika varian Delta Covid-19 telah masuk di Parigi Moutong.

Hal itu ia paparkan saat pertemuan bersama Forkopimda dan Satgas percepatan penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong di gedung lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Kamis (5/8/2021).

banner 970x250

Kata Dokter Mansur, saat ini sesuai laporan yang ia dapatkan dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada bulan Juli 2021 bahwa telah didapatkan dua kasus varian Delta di Kabupaten Morowali. Dengan demikian, dapat dipastikan varian tersebut menyebar ke beberapa daerah termasuk di Parigi Moutong.

Ia mengatakan bahwa untuk menentukan masing-masing varian dari virus Covid-19 cenederung menyulitkan. Sebab menurutnya, untuk memastikan hal itu hanya bisa dilakukan di DKI Jakarta.

“Memang susah menentukan Variannya, harus ada pemeriksaan pemetaan Genom (pencegahan penyakit), dan itu hanya bisa dilakukan di Jakarta. Makassar pun tidak bisa melakukan pemeriksaan Genom,” ujarnya.

dr.Muhammad Mansur, SpPD./foto : domain publik

Lebih parahnya lagi kata ia, virus Varian Delta itu membuat kondisi setiap pengidapnya cepat memburuk. Dari setiap kasus pasien Covid-19 yang ditanganinya, terdapat beberapa pasien meninggal dengan gejala-gejala sama persis dengan ciri-ciri varian Delta.

“Masuk pagi meninggal sore dan itu banyak kita dapatkan. HBnya masih bagus tetapi tiba-tiba memburuk dan terus menurun kemudian meninggal. Pasiennya kita belum PCR tetapi antigennya Positif Covid,” beber dokter spesialis penyakit dalam itu.

Anehnya, dia bersama Tenaga Kesehatan (Nakes) lainnya sudah berkali-kali menyampaikan data-data pasien ke masyarakat terkait virus, tetapi kata ia masyarakat berasumsi bahwa data yang disampaikan tidak benar.

“Kita sebagai dokter dan punya pengalaman disitu, sudah mempunyai filing ini pasti Covid, apalagi sudah ada data pemeriksaan rapid antigen. Jauh lebih penting adalah klinis radiologis dan rapid antigen itu sudah bisa dipastikan bahwa itu Covid walaupun PCRnya belum ada,” pungkasnya.

Boby Monareh