banner 970x250

Kemenkes RI Akan Bangun Politeknik Kesehatan di Parigi Moutong

Bupati Parigi Moutong, H. Samsurizal Tombolotutu. (Foto : Domain Publik)

Noteza.id | Parigi Moutong – Penuh perjuangan untuk mendapatkan Perguruan Tinggi Politeknik Kesehatan, kini hasil perjuangan dan lobi lobi yang diinisiasi oleh Bupati Parigi Moutong H Samsurizal Tombolotutu bakal terwujud.

Rencananya dalam waktu dekat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan mendirikan Politeknik Kesehatan di Kabupaten Parigi Moutong yang berlokasi tidak jauh dari Rumah Sakit Raja Tombolotutu di Kecamatan Tinombo.

banner 970x250

Bupati Samsurizal mengatakan, hal tersebut sudah melalui pertimbangan sejumlah faktor. Dengan melihat kondisi di lapangan, masih banyak anak daerah yang hanya beberapa hari diberi pembekalan langsung bekerja untuk melakukan kegiatan medis, padahal kata Bupati Samsurizal itu tidak diperbolehkan, diperlukan disiplin Ilmu kesehatan memadai tentunya melalui sekolah atau perguruan tinggi sesuai jurusan atau bidang kesehatan.

Selain itu, dengan adanya 4 Rumah Sakit di Parigi Moutong termasuk Rumah Sakit Baznas di Kecamatan Siniu yang pelayanan medisnya sama dengan pelayanan Rumah Sakit pada umumnya, juga menjadi salah satu pertimbangan.

“Melihat kondisi yang ada, maka perlu membangun Politeknik di daerah kita,” kata Bupati Samsurizal, Selasa (6/7/21).

Samsurizal juga meminta dengan hormat kepada Menteri Kesehatan agar secepatnya proses perkuliahan dimulai tahun 2022 dengan membuka jurusan tenaga kebidanan, keperawatan, apoteker dan tenaga laboratorium.

“Rumah sakit kita sudah mempunyai beberapa laboratorium namun tenaganya sangat kurang. Ini tujuan kami dibangun Politeknik Kesehatan,” ucapnya.

Secara pribadi, ia meminta ke pihak Kemenkes agar proses pendidikan politeknik tersebut sudah di mulai pada tahun 2022 mendatang dan
akan membuka jurusan bidan dan perawat kemudian apoteker dan tenaga laboratorium.

“Mengingat rumah sakit di Parigi Moutong sudah mempunyai fasilitas laboratorium namun masih kurang tenaga yang ahli di bidang ini.” terangnya.

Disamping itu, Bupati Samsurizal menghimbau para dokter ahli agar bersedia menjadi tenaga pengajar atau dosen jika nantinya proses perkuliahan Poltek Kesehatan mulai berjalan.

Aldryanto
Diskominfo dan Prokopim Parigi Moutong