banner 970x250

Sosialisasi MCP, Kepala Satgas Korsupgah KPK Sebut Probity Audit Sulteng Masih Kurang

Sekda Pamong Zulfinasran, S.STP.,M.AP (kanan) saat mengikuti rapat virtual sosialisasi MCP.

Noteza.id | Parigi Moutong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong (Pamong) mengikuti Sosialisasi Aplikasi Monitoring for Prevention (MCP) yang dilaksanakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Turut mendampingi, Inspektur Daerah Adrudin Nur SPd MSi dan Sekretaris Badan Kepegawaian, Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Epi Stariani SSTP, Kepala Bagian Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pamong dan admin MCP, dari ruang kerja Sekda Pamong, Selasa (27/4/2021).

Sosialisasi dengan agenda Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pengawasan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) itu dilaksanakan dalam rangka peningkatan sinergitas program pemberantasan korupsi terintegrasi dan implementasi Undang-Undang Nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada pelaksanaan tugas, pencegahan, koordinasi dan monitoring pemerintah daerah.

Dalam pengantarnya, Kepala Satgas Korsupgah KPK Wilayah IV Niken Ariati menyampaikan materi terkait Manajemen ASN dan Pengawasan APIP. Ia menyebut probity audit di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) masih sangat kurang.

“Probity Audit penting untuk dijadikan kompetensi APIP di pemerintah daerah,” ujarnya.

Sekda Pamong Zulfinasran, S.STP.,M.AP (kanan) saat mengikuti rapat virtual sosialisasi MCP.

Ia pun berharap ke depan Provinsi Sulawesi Tengah akan banyak kegiatan terkait peningkatan kompetensi APIP.

“Kami sudah sampaikan ke BPKP untuk mungkin Probity Audit dijadikan bagian penting dalam pengayaan APIP,” pungkasnya.

Kegiatan itu juga turut diikuti oleh seluruh Pemerintah Daerah se-Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Laporan : Aldryanto