border="0"

Panen Raya, Petani di Parsel Keluhkan Harga Beras Anjlok

Kepala UPTD Dinas TPHP Kecamatan Parsel Ramadhan Firman (Kanan) saat bicara dengan salah satu petani di Desa Dolago.

Noteza.id | Parigi Moutong – Harga beras petani di kecamatan Parigi Selatan (Parsel) anjlok, petani pun harus menelan kerugian. Rendahnya harga jual beras di tingkat petani terjadi sejak musim panen pertama di awal tahun 2021.

Menurut H. Makmur salah seorang petani di Desa Dolago, beras dengan berat 50 Kg hanya di hargai Rp 400 ribu oleh pembeli yang datang langsung ke penggilingan. Padahal sebelumnya untuk beras berat 50 Kg biasanya mencapai harga jual Rp 450 hingga Rp500 ribu. Harga itu untuk beras berkualitas bagus.

H. Makmur menyebutkan, perbedaan harga dengan tahun sebelumnya sangat turun drastis, sehingga harga jual petani panen sebelumnya biasa mencapai Rp. 8.500 sampai Rp 8.900 per kilo nya, untuk sekarang harga sampai dengan Rp. 8000/Kg.

Ia meminta kepada Dinas terkait agar memperhatikan betul masalah harga beras itu.

“Harapan untuk pemerintah kedepannya dalam hal ini Dinas terkait dapat menjamin harga yang stabil, walaupun dengan situasi panen raya,” ungkapnya.

Pada panen raya kali ini kata dia, sangat disesali begitu banyak penumpukan beras di lokasi penggilingan dikarenakan kurangnya pembeli, padahal ia menilai pada panen kali ini sangat menguntungkan petani, karena hama yang biasanya menyerang padi terbilang sedikit.

“Panen raya kali ini sangat menguntungkan petani karena kurangnya hama yang menyerang. Hanya saja sangat di sesali banyaknya tumpukan beras yang ada di gilingan sekarang ini tidak ada pembeli yang mau membayar harga sesuai dengan harapan petani,” tutur H. Makmur.

Ramadhan Firman (kiri) saat bicara dengan salah satu petani di Desa dolago.

Hal senada disampaikan Kepala UPTD Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kecamatan Parsel, Ramadhan Firman. Ia bilang, yang terjadi sekarang, tidak ada keseimbangan antara biaya yang dikeluarkan petani dengan harga jual.

“Belum lagi banyak petani yang ketika musim tanam tiba harus berhutang kepada tengkulak untuk dapat mengolah lahan sawahnya. Dengan demikian jika ditaksir pendapatan petani untuk kehidupannya hanya mendapat 250 ribu perkarung isi 50 Kg,” ujar Ramadhan Firman.

Dadang sapaan akrabnya mengatakan, ada beberapa penyebab salah satu turunya harga beras di Kecamatan Parigi Selatan. Pertama, kemungkinan besar disebabkan karena Parigi Moutong masih dalam kondisi pandemi Covid-19, sehingga  banyak daerah yang melakukan lockdown. Hal itu dapat menjadi pemicu dikarenakan belum stabilnya pendapatan warga masyarakat.

“Atau juga bisa disebabkan dikarenakan panen raya yang terjadi di 4 Kecamatan secara serentak, Sausu, Balinggi, Torue dan Parigi Selatan,” pungkas Dadang.

banner 970x250

(Bobz)