Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the easy-watermark domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/notd4899/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Survei Capres: Moeldoko Posisi Buncit, Prabowo Ungguli Anies dan Sandiaga Uno

Survei Capres: Moeldoko Posisi Buncit, Prabowo Ungguli Anies dan Sandiaga Uno

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Kepala Staf Presiden./Foto : Domain Publik.

Noteza.id | Nasional – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati peringkat teratas dalam hasil survei yang dirilis Index Politica Indonesia terkait pemilihan presiden.

Prabowo dalam survei tersebut menjadi terbanyak dipilih apabila Pilpres diselenggarakan hari ini dengan persentase 18,2 persen.

Di bawah Prabowo, ada nama Anies Baswedan dengan 9,2 persen; Sandiaga Uno 8,1 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 7,2 persen.

Sementara itu posisi ke-5 sampai ke-10 ditempati Ganjar Pranowo dengan 4,0 persen; Gatot Nurmantyo 2,6 persen; Ridwan Kamil 2,5 persen; Tri Rismaharini 1,4 persen; Khofifah Indar Parawansyah 1,1 persen; dan Airlangga Hartarto 1,1 persen.

Di posisi empat terakhir, ada nama Ketua DPR Puan Maharani hingga Kepala Staf kantor Presiden (KSP) Moeldoko.

Adapun perolehan persentase selanjutnya ialah Mahfud MD 1,1 persen; Puan Maharani 1,0 persen; Muhaimin Iskandar 1,0 persen; dan Moeldoko 0,8 persen.

Berita Lain:  Menpora: Liga 1 Indonesia akan Dilanjutkan Tapi Tanpa Adanya Penonton

“Tertinggi itu ada Prabowo Subianto 18,2 persen; Anies 9,2 persen; Sandiaga Uno 8,1 persen; AHY 7,2 persen; Ganjar 4,0 persen; Moeldoko 0,8 persen,” kata Denny dalam rilis survei secara daring, sebagaimana dikutip Suara.com jaringan BeritaManado.com, Minggu (7/2/2021).

Adapun hasil tersebut berdasarkan surevi Index Politica Indonesia yang dilakukan pada 18-28 Januari 2021 terhadap 1610 responden yang tersebar di 34 provinsi dengan wawancara tatap muka.

Sedangkan untuk pengambilam sampel menggunakan multistage random sampling, di mana asumsi metode simple random sampling.
Sementara itu margin of error kurang lebih 1,6 persen pada tingkat kepercayaan 95,0 persen.

(Suara.com/Alfrits Semen)