banner 970x250

Pelaksanaan Vaksinasi di Parigi Moutong Dijadwalkan 8 Februari 2021

Noteza.id | Parigi Moutong – Kegiatan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan juru bicara (jubir) satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Irwan SKM MKes. Kepada media ini ia bilang pelaksanaan vaksinasi telah dijadwalkan pada tanggal 8 Februari 2021 mendatang.

banner 970x250
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Parigi Moutong, Irwan,SKM., M.Kes./Foto : Domain Publik.

Irwan menyebut, hal tersebut mengalami perubahan, dimana sebelumnya dijadwalkan pada tanggal 5 Februari 2021. Perubahan jadwal itu diminta oleh Dinkes Parimo, dikarenakan ada beberapa pertimbangan terkait kesiapan pelaksanaan vaksinasi.

“Pelaksanaan vaksinasi itu sebenarnya keinginan dari provinsi itu inginnya tanggal 5 (Februari), namun kesiapan dinas kesehatan (Parimo) tanggal 8,” ujarnya usai menghadiri rapat pelaksanaan vaksinasi di ruang kerja Wakil Bupati (Wabup) Parimo, Selasa (2/2/2021).

Ia juga menyampaikan paket vaksin yang akan digunakan akan segera dijemput dari Kota Palu menu Parimo pada hari Rabu 3 Februari 2021.

Pada tahap awal ini menurutnya, direncanakan penerima vaksinasi ialah tenaga kesehatan, dan ditargetkan pelaksanaannya selesai hingga akhir bulan ini.

“Untuk penjemputan vaksin itu direncanakan tanggal 3,” akunya.

“Direncanakan (kegiatan vaksinasi) untuk tenaga kesehatan selesai pada bulan Februari ini,” tutup pelaksana tugas (Plt) Kepala Bappelitbangda Parimo itu.

Irwan kemudian mengajak seluruh kalangan masyarakat yang ada di Kabupaten Parimo agar dapat bersama-sama mendukung dan menyukseskan program vaksinasi itu, demi terciptanya herd immunity yang nantinya dapat menekan angka penularan virus Corona.

“Mudah-mudahan seluruh lapisan masyarakat, termasuk tenaga kesehatan dan kita semua mengsukseskan vaksinasi tersebut, sehingga nantinya tercapai yang namanya herd immunity,” imbaunya.

“Kalau tercapai herd immunity, ya kemungkinan penularan (Covid-19) itu bisa diminimalisir,” pungkasnya.