Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the easy-watermark domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/notd4899/public_html/wp-includes/functions.php on line 6121
Resmi Dilantik, Joe Biden Jadi Presiden Amerika Serikat ke-46

Resmi Dilantik, Joe Biden Jadi Presiden Amerika Serikat ke-46

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden./Foto : Instagram @joebiden

Noteza.id | Washington – Joe Biden resmi menjadi Presiden Amerika Serikat (AS), setelah dilantik di halaman Gedung Capitol, Rabu (20/1/2021) waktu setempat. Biden mengambil sumpah jabatan di hadapan Hakim Agung AS John Robert.

Biden menjadi presiden ke-46 Amerika Serikat menggantikan Donald Trump. Biden yang kini berusia 78 tahun, menjadi presiden AS tertua dalam sejarah.

Seperti dikutip Reuters, beberapa tokok Partai Republik, termasuk Wakil Presiden Mike Pence dan pemimpin kongres partai, menghadiri pelantikan Biden, bersama dengan mantan Presiden AS Barack Obama, George W. Bush, dan Bill Clinton.

Dalam acara tersebut, Donald Trump tak terlihat batang hidungnya. Trump diketahui meninggalkan Washington pada Rabu (20/1/2021), menjelang pelantikan Joe Biden.

Trump meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya tepat setelah pukul 8 pagi Rabu (20/1/2021) waktu AS dengan helikopter menuju Pangkalan Angkatan Udara Gabungan Andrews.

Berita Lain:  Jelang Kedatangan Anies, Kader Demokrat Teriak 'Anies-AHY 2024

Penolakan Trump untuk menyapa penggantinya sebelum menghadiri pelantikan merupakan putusnya tradisi politik selama lebih dari satu setengah abad, yang dipandang sebagai cara untuk menegaskan peralihan kekuasaan secara damai.

Upacara pelantikan Biden digelar di depan Gedung Kongres AS atau Gedung Capitol yang dijaga ketat, tempat kerumunan pendukung Trump menyerbu gedung tersebut dua minggu lalu.

Kekerasan tersebut mendorong Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikendalikan Partai Demokrat untuk memakzulkan Trump minggu lalu untuk kedua kalinya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Biden, telah berjanji untuk “memulihkan jiwa Amerika,” akan menyerukan persatuan Amerika pada saat krisis dalam pidato pengukuhannya.

Artikel asli dimuat di Konten.co.id